Bayi Prematur Bisa Lebih Cepat Berkembang Jika Diajak Ngobrol

Bayi Prematur Bisa Lebih Cepat Berkembang Jika Diajak Ngobrol

- detikHealth
Kamis, 13 Feb 2014 14:45 WIB
Bayi Prematur Bisa Lebih Cepat Berkembang Jika Diajak Ngobrol
ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Bayi yang lahir secara prematur memang lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan. Hal itu dikarenakan bayi-bayi tersebut lahir pada usia kehamilan dibawah 37 minggu, sehingga perkembangan bayi di dalam rahim belum sempurna.

Kekhawatiran muncul karena usia kehamilan yang belum sempurna, perkembangan otak dan organ-organ bayi menjadi lebih lambat daripada bayi normal. Namun penelitian terbaru menemukan cara agar bayi prematur bisa lebih cepat berkembang daripada bayi dengan usia kehamilan yang normal. Bagaimana caranya?

Dr Betty Vohr dari Warren Alpert Medical School of Brown University and Women and Infants Hospital mengatakan bahwa bayi prematur yang sering diajak bicara oleh orang tuanya ketika masih di dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU)/ Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir, akan mengalami perkembangan motorik, bahasa dan pemikiran yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa bayi yang lahir prematur akan mempunyai masalah dengan bahasa ketika besar. Karena meski sering diajak bicara ketika masih dalam kandungan oleh sang ibu, di NICU yang terdengar hanyalah suara monitor dan mesin. Sangat jarang sang bayi diajak bicara oleh perawat, apalagi oleh orangtuanya sendiri.

"Namun penelitian saya membuktikan bahwa jika bayi dalam NICU sering diajak bicara, tidak hanya masalah bahasa yang terselesaikan. Namun bayi juga memiliki perkembangan motorik dan pemikiran yang lebih baik," ujar Dr Vohr seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/2/2014).

Dr Vohr dan rekan-rekannya melakukan penelitian terhadap 36 bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 32, dinyatakan sehat dan dirawat di NICU. Bayi-bayi tersebut menggunakan rompi yang dilengkapi dengan alat perekam suara. Alat tersebut merekam suara-suara di sektiar bayi mulai dari bunyi mesin, monitor, suara perawat hingga orang tua. Perekaman tersebut dilakukan selama 16 jam pada usia bayi 32 dan 36 minggu.

Selama proses tersebut, kata-kata yang didengar oleh bayi-bayi memang bervariasi. Banyaknya kata-kata yang didengar bayi terhitung paling sedikit 144 kata dan paling banyak 26.000 kata. Setelah agak besar, bayi dites dengan metode Bayley-III yang melihat perkembangan motorik, bahasa dan cara berpikir bayi pada usia 7 dan 18 bulan.

Hasilnya menunjukkan bahwa bayi semakin sering bayi diajak mengobrol ketika di NICU, skor yang didapatnya semakin besar. Pada usia 7 bulan, bayi yang lebih sering diajak mengobrol memiliki 26 persen cara berpikir yang lebih bervariasi. Dari segi bahasa, terdapat peningkatan sebanyak 12-20 persen tergantung seberapa sering si bayi diajak bicara.

"Ini tentunya cara yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan motorik, bahasa dan cara berpikir bayi Anda. Cara ini mudah digunakan dan tidak perlu biaya," pungkas Dr Vohr.

(vit/vit)

Berita Terkait