Cara Agar Anak Tak Haus Kasih Sayang Meski Ayah dan Ibu Sibuk Bekerja

Cara Agar Anak Tak Haus Kasih Sayang Meski Ayah dan Ibu Sibuk Bekerja

- detikHealth
Selasa, 25 Feb 2014 18:07 WIB
Cara Agar Anak Tak Haus Kasih Sayang Meski Ayah dan Ibu Sibuk Bekerja
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Zaman dahulu, kebanyakan perempuan hanya bekerja mengurus rumah tangga saja. Namun saat ini semakin banyak perempuan yang bekerja seperti suaminya. Dari pagi hingga malam, baik ayah maupun ibu, sibuk bekerja di kantor. Lalu bagaimana agar anak-anaknya tidak haus akan kasih sayang orang tuanya?

Menurut Dr. dr. Hartono Gunardi SpA(K), dokter spesialis tumbuh kembang anak FKUI, para orang tua yang bekerja bisa memanfaatkan waktu libur akhir pekan, untuk menghabiskan waktu bersama anak mereka. Perlu digaris awahi, tidak harus melakukan kegiatan yang mengeluarkan uang banyak.

"Orang tua bisa sharing sama anak, bermain, berbincang-bincang mengenai kegiatan masing-masing, berolahraga bersama, berekreasi," papar dr Hartono Gunardi SpA(K) dalam diskusi 'New Perpective on Toddle Nutrition', di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Jl Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya ada juga orang tua yang malah sibuk dengan alat komunikasi masing-masing, sehingga perhatian mereka tidak fokus terhadap anak. Padahal seharusnya waktu libur akhir pekan dimanfaatkan oleh orang tua untuk memperhatikan emosi dan juga tumbuh kembang anak. Memberikan mainan terhadap anak juga bukan solusi yang baik, karena hanya dengan memberikan mainan saja, tidak akan merangsang otak anak.

"Dengan teknologi yang sangat berkembang saat ini, orang tua bisa menggunakan gadget untuk berkomunikasi dengan anak saat sedang bekerja di luar rumah. Dengan menelepon atau video call, tanyakan apakah anah sudah makan atau mandi. Sehingga anak merasa tetap diperhatikan, walaupun orang tua mereka bekerja," kata dr Herqutanto, MPH, MARS, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI yang juga hadir dalam acara itu.

Saat bekerja, banyak orang tua yang menitipkan anak mereka, kepada pekerja rumah tangga yang ada di rumah. Tak jarang juga para pekerja rumah tangga tersebut, akan melakukan apa saja agar anak tidak rewel, salah satunya adalah dengan membuat anak menonton acara televisi dari pagi hingga sore, dan mediamkan anak begitu saja. Padahal hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat anak terlambat bicara.

Seharusnya orang tua memberikan pesan kepada pekerja rumah tangga mereka, agar anak diajak bicara dan berkomunikasi. Pengalaman baru juga sangat penting bagi anak, jika suatu pengalaman dilakukann secara berulang-ulang, maka akan tertempel di otak anak.

Walapun lelah sehabis bekerja, orang tua sebisa mungkin meluangkan waktu untuk anak mereka. Karena pada usia balita sampai usia sekolah, perhatian orang tua sangat dibutuhkan oleh anak.

(vta/vit)

Berita Terkait