Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyatakan bahwa program edukasi di tv ternyata bukan jaminan untuk membantu tumbuh kembang anak, khususnya dalam hal pembelajaran bahasa. Banyaknya konversasi yang dapat anak-anak saksikan di program tv yang berbau edukasi ternyata tidak menjamin akan membantu bahasa anak menjadi berkembang.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (28/2/2014), ternyata anak-anak dapat berkembang bahasanya melalui konversasi yang nyata dalam kehidupan mereka sehari-harinya, bukan hanya sekedar menonton program acara tv sekalipun yang berbau edukasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Professor Kathy Hirsh-Pasek, seorang professor dari Temple University, Philadelphia, mengungkapkan bahwa anak-anak akan lebih dapat mempelajari bahasa baru melalui interaksi dua arah. Dan belajar secara langsung (berinteraksi) di dalam situasi yang nyata merupakan cara terbaik.
"Yang paling penting adalah interaksi yang bersifat responsif dalam pembelajaran bahasa," tutur Prof. Hirsh-Pasek.
Menurut Prof. Hirsh-Pasek, interaksi memungkinkan antara orang dewasa dan anak-anak untuk merespon satu sama lain. Anak-anak dinilai tidak cukup baik dalam belajar bahasa jika mereka sering menatap screen media, seperti layar tv.
"Mode interaksi ini terlihat sebagai central bagi pembelajaran bahasa," tambahnya.
(/vit)










































