Studi Sebut Program Edukasi di TV Tak Jamin Bantu Tumbuh Kembang Anak

Studi Sebut Program Edukasi di TV Tak Jamin Bantu Tumbuh Kembang Anak

Zanel Farha Wilda - detikHealth
Jumat, 28 Feb 2014 09:01 WIB
Studi Sebut Program Edukasi di TV Tak Jamin Bantu Tumbuh Kembang Anak
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Stasiun televisi semakin menjamur dengan aneka acara unggulannya. Nah, dari semua program televisi yang ada, tentu tidak semua layak dikonsumsi anak-anak. Bagaimana dengan program edukasi di televisi? Apakah itu satu-satunya program yang aman bagi anak? Ternyata peneliti di Amerika Serikat (AS) tidak berpendapat demikian.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyatakan bahwa program edukasi di tv ternyata bukan jaminan untuk membantu tumbuh kembang anak, khususnya dalam hal pembelajaran bahasa. Banyaknya konversasi yang dapat anak-anak saksikan di program tv yang berbau edukasi ternyata tidak menjamin akan membantu bahasa anak menjadi berkembang.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (28/2/2014), ternyata anak-anak dapat berkembang bahasanya melalui konversasi yang nyata dalam kehidupan mereka sehari-harinya, bukan hanya sekedar menonton program acara tv sekalipun yang berbau edukasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak-anak akan merespons dan belajar banyak bahasa dari konversasi yang mereka lakukan. Mereka tidak akan belajar melalui video rekaman yang tentunya tidak bersifat responsif terhadap mereka (anak-anak)," ujar peneliti seperti yang tertulis di Journal Research In Child Development.

Professor Kathy Hirsh-Pasek, seorang professor dari Temple University, Philadelphia, mengungkapkan bahwa anak-anak akan lebih dapat mempelajari bahasa baru melalui interaksi dua arah. Dan belajar secara langsung (berinteraksi) di dalam situasi yang nyata merupakan cara terbaik.

"Yang paling penting adalah interaksi yang bersifat responsif dalam pembelajaran bahasa," tutur Prof. Hirsh-Pasek.

Menurut Prof. Hirsh-Pasek, interaksi memungkinkan antara orang dewasa dan anak-anak untuk merespon satu sama lain. Anak-anak dinilai tidak cukup baik dalam belajar bahasa jika mereka sering menatap screen media, seperti layar tv.

"Mode interaksi ini terlihat sebagai central bagi pembelajaran bahasa," tambahnya.

(/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads