Layaknya kemoterapi, radioterapi yang diberikan pada pasien kanker anak-anak sedikit berbeda dengan prosedur yang dilakukan pada orang dewasa yakni sangat berhati-hati saat menterapi bagian tubuh tertentu.
Hal ini menurut Katsuyuki Karasawa MD, PhD dari Departemen Radiologi Pusat Kanker dan Penyakit Menular Tokyo Metro, Komagome Hospital, Jepang, perlu dilakukan karena anak-anak masih berada dalam masa pertumbuhan.
"Kami sangat berhati-hati saat meradiasi titik-titik tertentu terutama titik yang berperan dalam tumbuh kembang anak misalnya saja tulang. Jangan sampai akibat radioterapi ini pertumbuhan tulangnya terganggu," kata Karasawa saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski dan ditulis pada Jumat (28/2/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, diakui pria berkacamata ini bahwa efek samping radioterapi pasti ada misalnya kulit jadi gelap dan kering pada anak-anak. Kemudian, untuk pasien kanker paru-paru bisa berupa pneumonia dan pada pasien kanker usus bisa berupa diare.
Khusus untuk kanker paru-paru, keberhasilan penyembuhan dengan radioterapi bisa mencapai 90 persen jika memang kanker yang terjadi masih dalam stadium awal. Jika stadiumnya sudah lanjut, kemungkinan penyembuhannya sekitar 50 persen.
"Maka dari itu, untuk segala jenis kanker terutama kanker paru-paru perlu sekali dilakukan deteksi dini supaya penanganannya lebih mudah karena belum mencapai stadium yang lebih berbahaya," tutur Karasawa.
(rdn/vit)











































