Studi: Orang Tua yang Terobsesi Pekerjaan Cenderung Abaikan Pengasuhan Anak

Studi: Orang Tua yang Terobsesi Pekerjaan Cenderung Abaikan Pengasuhan Anak

- detikHealth
Selasa, 04 Mar 2014 07:31 WIB
Studi: Orang Tua yang Terobsesi Pekerjaan Cenderung Abaikan Pengasuhan Anak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Demi kebahagiaan buah hati, orang tua rela bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mereka. Tapi kemakmuran bukan jaminan bahwa seseorang akan menjadi orangtua yang baik. Menurut sebuah studi, orang tua yang berorientasi pada kemakmuran justru merupakan orang tua yang buruk.

Mengapa terlalu berorientasi pada kemakmuran tak baik, padahal orang tua mengupayakannya demi kebahagiaan anak?

Menurut studi itu, penyebabnya adalah karena orang tua yang terobsesi pada pekerjaan, kemakmuran, atau status sosial cenderung mengabaikan tugas mengasuh anak. Dan apabila terdistraksi oleh masalah finansial, pihak yang paling berkemungkinan mengabaikan kewajiban mengasuh anak adalah ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, masalah finansial dan upaya mengasuh anak merupakah hal yang tak bisa dicampuradukkan. Demikian ungkap studi oleh para psikolog di Kanada.

Masalah keuangan, memang, tidak membuat kehidupan keluarga menjadi mudah. Tetapi menjadi kaya belum tentu baik jika orangtua justru terlalu berfokus pada upaya mencapai kekayaan itu. Demikian ungkap peneliti dari University of British Columbia. Studi mereka menemukan bahwa orang tua sering terdistraksi oleh faktor kemakmuran sehingga melupakan tujuan utama mereka memiliki anak.

Para psikolog tersebut menyusun kuesioner yang kemudian dibagikan kepada para orangtua yang mengajak buah hati mereka ke sebuah festival keluarga. Responden kemudian dibagi ke dalam dua kelompok.

Orang tua pada kelompok pertama diminta membaca sebuah artikel mengenai kesuksesan finansial dan pencapaiannya. Sedangkan orang tua pada grup kedua diminya membaca artikel mengenai bagaimana menjalin hubungan baik dengan anak. Kedua kelompok itu kemudian ditanyai mengenai makna dan tujuan pengasuhan anak bagi mereka.

Berdasar hasil kuesioner, diketahui bahwa mereka yang membaca artikel mengenai hal-hal berbau finansial lebih mengesampingkan pengasuhan anak. Perbedaan jawaban yang menonjol terjadi pada para partisipan wanita. Jika terdistraksi oleh kebutuhan finansial, wanita lebih cenderung mengesampingkan kewajiban mengasuh anak.

"Temuan ini konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa uang cenderung memicu motivasi kerja dan promosi diri yang lebih kuat pada wanita dibandingkan pria," ungkap Kostadin Kushlev, pimpinan studi.

Lantas bagaimana penyelesaian untuk masalah finansial keluarga yang akan selalu beriringan dengan kewajiban mengasuh anak?

Jawabannya mungkin merupakan hal konvensional yang sudah banyak diketahui orang, yakni dengan memberi batasan jelas antara kehidupan rumah tangga dengan permasalahan pekerjaan. Masalah pada pekerjaan tak boleh mengganggu rumah tangga, demikian pula sebaliknya. Begitu menurut studi helatan tim Kushlev, sebagaimana dilansir Daily Mail dan ditulis pada Selasa (4/3/2014).

"Sebisa mungkin, upayakan agar pekerjaan dan kehidupan keluarga menjadi bagian yang terpisah. Dengan demikian, pekerjaan atau tujuan yang berkaitan dengan uang tidak dipermasalahkan ketika orangtua sedang menikmati waktu bersama anak-anak," ungkap pimpinan studi itu.



(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads