Ibu Bekerja padahal Harus Beri ASI Eksklusif? Ini Tipsnya

Ibu Bekerja padahal Harus Beri ASI Eksklusif? Ini Tipsnya

- detikHealth
Selasa, 11 Mar 2014 11:17 WIB
Ibu Bekerja padahal Harus Beri ASI Eksklusif? Ini Tipsnya
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Banyak ibu muda yang memutuskan berhenti menyusui karena harus kembali bekerja setelah masa cuti usai. Ada juga ibu yang memilih berhenti kerja karena tidak ingin menyapih buah hati. Benarkah keputusan semacam itu harus diambil?

Bagi ibu yang harus bekerja, menyusui bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi memilih mempertahankan pekerjaan sekaligus ASI eksklusif untuk buah hati bukan merupakan hal yang mustahil.

Wanita pekerja yang tetap ingin memberi ASI untuk buah hati membutuhkan jadwal yang harus selalu ditepati. Seiring jadwal kerja ibu, buah hati pun harus termasuk dalam jadwal itu. Meski repot, ibu harus yakin bisa melakukannya dan tetap menjaga komitmen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi kesehatan bayi, tidak ada cairan lain yang bisa menggantikan air susu ibu. Jadi, jangan sampai buah hati disapih terlalu dini demi alasan pekerjaan. Meski demikian, karir juga bukan merupakan perkara opsional yang bisa ditinggalkan dan digeluti kembali kapan saja. Oleh karena itu, ibu harus pintar-pintar bersiasat.

Dilansir Boldsky dan ditulis Selasa (11/3/2014), inilah tips menyusui bagi para ibu yang harus bekerja.

1. Bangun ikatan kuat dengan buah hati
Gunakan masa-masa kehamilan untuk menjalin ikatan dengan buah hati. Ibu harus membangun jalinan kasih yang kuat dengan buah hati sehingga pekerjaan tidak akan merusak hubungan itu.

2. Menjaga komitmen
Ibu harus menjaga komitmen untuk menyusui, juga komitmen untuk bekerja. Akan ada hari ketika ibu merasa frustasi karena susu tumpah dari payudara atau karena target kerja tidak terpenuhi. Jangan gusar karena kesukaran itu bagian dari perjuangan. Yang terpenting, jangan biarkan hal-hal itu merusak komitmen.

3. Menyusui sesuai jadwal
Ibu pekerja harus memiliki jadwal menyusui selagi masih di rumah. Bayi harus ditawari ASi setiap dua atau tiga jam sekali pada enam bulan pertama. Jangan paksa bayi untuk minum hanya agar mereka tenang. Selalu memberi ASI ketika bayi rewel bisa berkembang menjadi kebiasaan buruk.

4. Buang segala kecemasan
Ibu muda biasanya cemas akan banyak hal. Misalnya cemas apakah bayi lebih memilih susu formula, atau mencemaskan kecukupan ASI untuk bayi. Kiatnya, buang kata "bagaimana jika" dan "tetapi" dari kamus Anda.

5. Memerah ASI dengan aman
Ibu harus mempelajari bagaimana cara menggunakan alat pemompa ASI dengan benar. Upayakan agar alat pemerah susu menjadi bagian dari hidup, seperti perangkat-perangkat lain semisal ponsel atau laptop. Dengan demikian, ibu tetap bisa memberi ASI eksklusif meski harus kembali bekerja di kantor.

6. Makan dengan benar agar produksi ASI mencukupi
Ibu tak bisa mengabaikan kesehatan diri sendiri jika harus menyusui bayi sekaligus bekerja. Ibu harus melengkapi menu makan sehingga asupan ASI terjaga dan bayi mendapat cukup nutrisi.

7. Menjadi ibu yang gesit
Bekerja sembari menyusui, ibu harus belajar mengerjakan sesuatu dengan cepat. Mulai dari aktivitas di pagi hari, bersiap ke kantor, makan siang, hingga akan tidur. Dengan seorang bayi yang harus dirawat, ibu harus mempercepat segala sesuatu agar tidak ada kewajiban yang terabaikan.

8. Mendiskusikan tempat memerah ASI dengan karyawan lain
Kantor harus menyediakan ruangan di mana ibu bisa memerah ASI atau menyesui bayi. Jika kantor belum memiliki ruangan itu, Anda bisa mendiskusikannya dengan karyawan lain. Kini hukum di Indonesia telah menjamin agar setiap kantor memberikan ruang laktasi yang layak untuk ibu menyusui.

9. Bekerja dari rumah
Beberapa kantor memberi keringanan dengan memperbolehkan ibu untuk bekerja dari rumah. Jangan melewatkan kesempatan itu demi buah hati. Tetapi, jangan sampai kesempatan berharga itu disalahgunakan lho.

10. Kenalkan botol pada bayi
Sejak awal, kenalkan bayi dengan cara meminum ASI dari botol. Cara ini dilakukan agar bayi bisa dan terbiasa menyesap susu dari botol. Dengan demikian, bayi tidak akan kaget ketika harus meminum ASI perahan yang disimpan di mesin pendingin.

11. Membekukan ASI
Ketika bayi tidur selama empat jam, ibu memiliki waktu untuk memerah susu. Susu yang telah diperah bisa disimpan di dalam kulkas untuk diberikan pada bayi ketika ibu berada di kantor. Perahlah ASI bahkan pada malam hari untuk disimpan di lemari pendingin.

12. Memilih penitipan bayi berlokasi dekat kantor
Pilihlah tempat perawatan bayi yang memungkinkan dikunjungi ketika istirahat kerja. Pastikan juga agar lokasinya berdekatan dengan kantor. Ketika istirahat atau waktu senggang, kunjungilah buah hati.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads