Orang Tua yang Seperti Ini Cenderung Sebabkan Obesitas pada Anak

Orang Tua yang Seperti Ini Cenderung Sebabkan Obesitas pada Anak

- detikHealth
Selasa, 25 Mar 2014 20:01 WIB
Orang Tua yang Seperti Ini Cenderung Sebabkan Obesitas pada Anak
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Obesitas pada anak tidak hanya bisa disebabkan oleh pola makan keluarga, namun juga bisa disebabkan oleh orang tua dengan pola asuh yang kaku atau otoriter. Sebabnya, anak cenderung makan lebih banyak karena sering mengonsumsi comfort food. Lho, apa hubungannya?

"Orang tua yang kaku dan otoriter cenderung jarang menunjukkan bentuk kasih sayangnya. Akibatnya, anak yang sedih atau kecewa akan beralih ke comfort food untuk menghilangkan rasa sedihnya," papar Dr Stephen Daniels, chairman of pediatrics di Children's Hospital Colorado, seperti dikutip dari Cbsnews, Selasa (25/3/2014).

Orang tua yang kaku dan otoriter sangat jarang melibatkan anaknya dalam pengambilan keputusan di rumah. Tak hanya itu, mereka juga cenderung menolak untuk berdiskusi dengan anak untuk masalah apapun. Akibatnya, anak akan sering merasa tidak puas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun harus bisa dibedakan antara pola asuh yang kaku dan otoriter dengan orang tua dengan pola asuh tegas. Karena kedua hal tersebut sangat berbeda," papar Lisa Kakinami, pakar epidemiologi dari McGill Unversity di Montreal.

Orang tua tegas menurut Lisa adalah orang tua yang masih memberikan kesempatan anak untk didengar pendapatnya, sehingga anak akan lebih terlibat dalam pengambilan keputusan. Akibatnya kesedihan yang mereka rasakan akan lebih sedikit dan keinginan untuk memakan comfort food menjadi lebih jarang.

Lisa melakukan penelitian terhadap 37.000 anak-anak usia 2 hingga 11 tahun. Penelitian ini mencari data tentang bagaimana pola asuh mempengaruhi berat badan anak. Hasilnya 37 persen anak dengan orang tua kaku dan otoriter memiliki berat badan 30 persen lebih berat daripada berat badan ideal anak seumurannya.

Untuk itu, Lisa menyarankan agar para orang tua yang otoriter merubah sedikit pola asuhnya. Sehingga meski tetap 'galak', orang tua dapat lebih melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan di rumah, yang akan berefek pada anak lebih senang dan jarang mengonsumsi comfort food.

Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan yang mengancam orang tua di seluruh dunia. WHO bahkan menyebutnya sebagai ancaman kesehatan terbesar pada abad 21 ini. Obesitas bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Mulai dari diabetes, penyakit jantung, asam urat, hingga kanker.

Tak hanya itu, obesitas pada anak juga bisa memunculkan rasa rendah diri dan minder akan penampilan fisiknya. Biasanya obesitas juga akan meningkatkan risiko anak menjadi korban bullying oleh teman-temannya.

(vta/vit)

Berita Terkait