Berkat Printer 3D, Nyawa Balita Ini Berhasil Diselamatkan

Berkat Printer 3D, Nyawa Balita Ini Berhasil Diselamatkan

- detikHealth
Sabtu, 29 Mar 2014 12:12 WIB
Berkat Printer 3D, Nyawa Balita Ini Berhasil Diselamatkan
Garrett Peterson (dok.CNN)
Jakarta - Setelah membantu memulihkan wajah seorang pria yang 'berantakan' karena kecelakaan motor, kini lagi-lagi printer 3D telah membantu kasus kesehatan lainnya. Kali ini adalah seorang balita yang berhasil diselamatkan nyawanya setelah mampu membantu balita tersebut bernapas.

Garrett Peterson terlahir dalam kondisi yang cukup langka. Garrett terlahir dengan tetralogi fallot. Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan gangguan sianosis, di mana ini merupakan salah satu jenis penyakit jantung bawaan. Ia memiliki lubang di antara ruang di bawah jantung, yang memberikan tekanan pada paru-parunya.

Tekanan tersebut membuatnya sulit untuk bernapas. Garrett pun mencoba bernapas melalui celah kecil. Kondisi seperti ini disebut severe tracheobronchomalacia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di beberapa masalah mengenai jantung, biasanya dapat langsung diatas dengan cepat. Namun yang terjadi disini bukan hanya itu saja, melainkan juga masalah mengenai paru-paru dan saluran pernapasan yang menjadi masalah yang lebih besar," tutur Dr Richard Ohye, kepala bedah pediatric kardiovaskular di C.S. Mott Children's Hospital, Michigan, Amerika Serikat, seperti dikutip CNN, Sabtu (29/3/2014).

Jake dan Natalie Peterson, orang tua dari Garrett, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyaksikan anaknya yang terus berjuang untuk bernapas. Hingga pada akhirnya, pada Mei 2013, Jake membaca artikel mengenai bayi lainnya, Kaiba, yang juga mempunyai masalah pernapasan serupa dengan apa yang dimiliki anaknya, di mana Kaiba akhirnya bisa diselamatkan oleh teknik percobaan yang sebelumnya belum pernah digunakan pada manusia.

Jake pun menghubungi dokter yang membantu Kaiba sembuh dari sakitnya. Dokter itu adalah Dr Glenn Green, seorang professor pediatric otolaryngology di Universitas Michigan. Dr Green mengimplan sebuah material biological yang dibuat dari printer 3D yang ternyata secara efektif mampu membantu Kaiba untuk bernapas.

Setelah melakukan CT scan atas trakea dan bronchus, akhirnya pada tanggal 31 Januari, dengan dibantu Dr Green dan temannya, Scott Hollister, Dr Ohye melakukan pembedahan pada bronchus Garrett.

"Perasaan kami sangat bahagia karena tahu bahwa alat ini dapat menyalamatkan nyawa anak lainnya," tutur Hollister.

"Severe tracheobronchomalacia adalah suatu kondisi yang membuat frustasi saya untuk bertahun-tahun. Saya telah melihat anak-anak meninggal karena penyakit ini. Melihat alat dapat bekerja untuk kedua kalinya, ini adalah sebuah pencapaian besar dan harapan untuk mereka yang menderita penyakit ini," ujar Dr Green.

Tiga minggu setelah operasi, kini Garrett sudah bisa tersenyum. "Kami tidak pernah melihat senyumnya selama ini. Melihat ia dapat tersenyum adalah hal yang sangat membahagiakan," tutur Natalie.

(vit/vit)

Berita Terkait