"Saluran cerna anak perlu dijaga untuk mendukung pertumbuhan otak yang optimal. Sebab pertumbuhan otak anak merupakan salah satu hal yang paling menentukan dalam tumbuh kembangnya," papar Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr Soetomo, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), dalam acara diskusi 'Gut Brain Axis: Pencernaan Sehat si Kecil Cerdas', yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (3/4/2014).
Menurut dokter yang akrab disapa Dr Wawan ini, usia 0-6 tahun merupakan periode kritis (golden moment) bagi perkembangan otak seorang anak. Anak berusia 2 tahun bahkan sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa, sedangkan anak usia 2-6 tahun memiliki 95 persen otak orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saluran cerna yang sehat sangat mempengaruhi kerja otak, begitu juga sebaliknya. Komunikasi dua arah antara otak dan saluran cerna ini disebut gut-brain axis. Dr Wawan memberi contoh, bahwa pada anak yang sedang gugup menghadapi ujian sekolah biasanya akan merasa mual.
"Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menampung nutrisi, tetapi juga mampu mempengaruhi sinyal di otak melalui mikrobiota usus," terangnya.
Sependapat dengan Dr Wawan, pakar gizi medik dari FK UI, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, juga mengungkapkan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna anak terhadap perkembangan otak. Sebab dengan saluran cerna sehat, anak dapat menyerap nutrisi secara optimal dan menggunakannya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang optimal.
(ajg/vta)











































