Cara Ini Bisa Bantu Ibu Agar Berhasil Menjadi 'Sarjana ASI'

Cara Ini Bisa Bantu Ibu Agar Berhasil Menjadi 'Sarjana ASI'

- detikHealth
Jumat, 11 Apr 2014 14:31 WIB
Cara Ini Bisa Bantu Ibu Agar Berhasil Menjadi Sarjana ASI
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, salah satunya dengan memberi ASI eksklusif selama enam bulan usai melahirkan. Hanya saja, beberapa wanita ada yang belum berhasil memberi ASI secara eksklusif.

Menurut ahli Yona Shelly, S.Gz ada beberapa cara yang bisa dilakukan ibu untuk bisa menjadi 'Sarjana ASI' yakni berhasil memberi ASI secara eksklusif kepada bayinya selama enam bulan, tanpa memberi anak asupan lainnya, termasuk air putih.

"Pertama kita harus benar-benar niat menyusui anak dan yakin bahwa ASI kita mencukupi untuk diberi pada si kecil. Waktu menyusui juga jangan stres, rileks aja. Cari posisi yang nyaman dan santai," kata Yona di kantor Sari Husada, Gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penting juga bagi ibu untuk menjaga asupan cairan dan pola makan. Bagi ibu menyusui, kebutuhan cairan yang harus dicukupi menurut Yona adalah tiga liter. Sebab, saat menyusui, cairan di tubuh ibu ikut tersedot oleh bayi.

Jaga pula pola makan dengan menerapkan pola empat sehat lima sempurna melalui makanan yang mengandung gizi seimbang. Wanita berjilbab ini mengingatkan penting bagi ibu menyusui untuk mengonsumsi susu khusus untuk ibu menyusui sebagai pelengkap nutrisi.

"Karena kandungan gizi di susu ibu menyusui dan susu biasa kan beda. Ibu menyusui itu butuh tambahan 500 kalori karena kan makanan yang dia makan juga ikut dimakan bayinya. Susu ibu menyusui sebagai pelengkap saja," terang Yona.

Ia menyarankan, sebaiknya ibu menyusui makan dalam porsi kecil tapi sering. Bahkan, ketika menyusui jika terasa lapar atau haus bisa disambi dengan makan dan minum. Bagi ibu yang memerah ASI-nya, cara ini dikatakan Yona juga bisa dilakukan.

Hanya saja, jangan lupa memerah ASI setiap dua atau tiga jam sekali. Jangan saat sudah terasa penuh ASI baru diperah. Hal itu justru bisa mengurangi produksi ASI yang diperah.

"Awalnya memang banyak ASI-nya, tapi cuma sekali perah aja, habis gitu nggak keluar lagi. Makanya usahakan rutin tiap dua atau tiga jam sekali, jangan tunggu ASI-nya penuh," tutup Yona.



(rdn/up)

Berita Terkait