Karla Cripps, seorang ibu asal Kanada yang tinggal di Thailand, memiliki segudang pengalaman mengenai perjalanan udara nan panjang bersama anak. Wanita itu kerap membawa serta buah hatinya dalam perjalanan udara yang berlangsung selama lebih dari dua puluh jam.
Inilah kiat ala Karla Cripps agar perjalanan udara bersama si kecil tak kacau balau, seperti dikutip dari CNN pada Kamis (17/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa maskapai dilengkapi dengan fasilitas makan. Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas makanan yang disedikan memang telah mengalami peningkatan, tetapi tak seberapa. Alahkah lebih baik jika Anda mempersiapkan sediri bekal makan untuk anak.
2. Sedikit junk food diperbolehkan
Ya, junk food memang buruk karena dapat memicu obesitas. Tetapi, ketimbang Anda tak tenang selama perjalanan karena anak rewel, memberikan mereka sebungkus biskuit manis bukan merupakan suatu kejahatan. Bawalah sedikit kudapan yang biasanya tak boleh dikonsumsi anak, tetapi jangan lupa sertakan camilan sehat. Percayalah, camilan-camilan itu akan membuat anak lebih tenang.
3. Memilih penerbangan saat anak-anak sedang mengantuk
Beberapa anak dapat tidur di mana saja. Namun, beberapa anak akan sulit tidur dalam perjalanan dan berubah menjadi 'monster' liar. Cobalah memilih perjalanan malam ketika anak cenderung mudah tidur. Nah, Andapun juga bisa tidur nyenyak.
4. Berangkat lebih awal
Meski lebih merepotkan, datang lebih awal memberi banyak keuntungan. Salah satunya, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk menata barang-barang di bagasi. Anda juga memiliki waktu ekstra jikalau anak bertengkar memperebutkan bangku di samping jendela.
5. Kursi bulkhead tidak tersedia untuk semua orang
Kursi bulkhead, tidak diragukan lagi, membuat penerbangan bersama anak terasa sangat nyaman. Anda akan memiliki ruang lebih untuk kaki Anda maupun mainan anak. Jika bersama bayi, Anda bahkan bisa meletakkan keranjang bayi di sana. Tetapi karena jumlahnya terbatas, hanya beberapa orang saja yang mendapatkan kursi menyenangkan ini.
6. Memperbolehkan anak bermain piranti elektronik
Dalam kondisi normal, anak tak seharusnya dibiarkan memainkan gadget. Tetapi dalam penerbangan panjang, buatlah pengecualian seperti pada junk food. Perbolehkan mereka untuk memainkan gadget seperti iPad atau iPhone.
7. Ingat, obat tidak selalu bekerja
Beberapa orang menyarankan agar anak-anak diberi obat sehingga mereka tidur lelap selama perjalanan. Meski demikian, obat belum tentu bekerja pada buah hati Anda. Anda perlu mengerahui efek samping obat sebelum memberikannya pada anak. Pasalnya, beberapa obat seperti antihistamin justru membuat anak menjadi hiperaktif.
8. Membawa mainan
Riang karena diperbolehkan makan kudapan nikmat, si kecil tentu akan lebih gembira lagi jika perjalanan panjangnya ditemani oleh selimut atau boneka kesayangan. Anda juga dapat membawakan mainan yang membuat mereka lebih tenang, seperti stiker, krayon baru, buku mewarnai, puzzle, mobil-mobilan, atau boneka.
9. Ingat, orang lain tak selalu menoleransi tingkah anak
Beberapa orang dapat memahami bahwa anak-anak tetaplah anak-anak, yang terkadang rewel atau ribut. Tetapi anggapan umum yang berlaku, orangtua bertanggung jawab penuh atas tindakan buah hati. Tidak semua orang dapat mentoleransi tingkah laku anak lho, apalagi jika si anak berlarian dengan liar di dalam pesawat atau menendangi kursi orang lain.
(up/up)











































