"Boleh jadi, salah satu dongeng paling terkenal (tentang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri), datang dari Yunani, tentang Medea, seorang wanita yang tega membunuh putranya sendiri untuk menghukum suaminya yang berselingkuh." Demikian menurut anggapan Dr Sara G. West, MD, asisten profesor psikiatri di Case Western Reserve University School of Medicine.
Pada tahun 2001, seorang wanita bernama Andrea Yates ditahan karena membunuh lima anaknya dengan menenggelamkan mereka ke dalam bak mandi. Menurut penyelidikan, wanita itu rupanya memiliki riwayat sakit mental yang semakin parah setelah melahirkan. Ia akhirnya dinyatakan tidak bersalah karena dianggap gila dan dikirim ke rumah sakit jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdengar kejam? Faktanya, ada lebih banyak kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh orang tua mereka sendiri. Di Amerika, di antara tahun 1980 dan 2008, sebanyak dua per tiga anak usia 5 tahun yang meninggal terbunuh, ternyata dibunuh oleh orang tua mereka sendiri. Tepatnya, 33 persen dibunuh oleh sang ayah dan 30 persen oleh ibunya.
Menyoal kasus semacam ini, West mengatakan bahwa penyebabnya sangat beragam. Di antaranya adalah ketidakpuasan atas jenis kelamin anak, cacat pada anak, ayah yang tak jelas, serta ketiadaan biaya untuk membesarkan anak
"Alasannya mungkin termasuk ketidakpuasan atas gender anak, atau disabilitas, atau ayah yang tak jelas, serta kekurangan sumber daya untuk merawat anak," terangnya seperti dikutip dari CNN pada Rabu (23/4/2014).
West juga mengatakan bahwa terdapat perbedaaan pola pembunuhan anak yang dilakukan oleh ayah dan ibu. Seorang ayah cenderung membunuh lebih dari satu orang, termasuk anak-anak lain dan pasangannya. Mereka juga lebih mungkin bunuh diri setelah pembunuhan usai dilakukan.
(vta/vta)











































