Orang Tua Ingin Jadi Sahabat Anak? Begini Caranya

Orang Tua Ingin Jadi Sahabat Anak? Begini Caranya

- detikHealth
Senin, 28 Apr 2014 10:33 WIB
Orang Tua Ingin Jadi Sahabat Anak? Begini Caranya
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Semua orang tua pasti ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan anak-anaknya. Hanya saja, karena padatnya aktivitas, beberapa anak terkesan cuek, tak dekat, dan cenderung tertutup pada orang tuanya. Untuk bisa mewujudkan hal itu, pastinya perlu hubungan yang berkualitas antara orang tua dan anak.

Pernyataan itu disampaikan psikolog Monica Sulistiawati yang akrab disapa Monic. Menurutnya, langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua agar bisa menjalin hubungan harmonis dengan anak adalah bisa menjadi sahabat bagi anak.

"Bangun komunikasi yang efektif antara lain ngobrol bareng dan berbicara dengan anak dalam suasana yang menyenangkan," kata Monic di sela-sela Bincang Bareng 'Protect Your Children From Stranger' di kantor Personal Growth di Rukan Aries Niaga, Jl Taman Aries, Meruya, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berbicara dengan anak, Monic mengingatkan orang tua agar berhati-hati jangan sampai timbul verbal bullying terkait dengan penilaian orang tua terhadap kemampuan anak. Misalnya mengatakan anak bodoh atau tidak sepandai teman-temannya. Sebab, sekali mendapat verbal bullying anak tidak akan mau lagi bercerita pada orang tua.

"Saat anak bilang mau cerita, dia sudah percaya pada orang tua. Saat itu, langsung dengarkan anak. Kalau orang tua sedang sibuk bekerja katakan Anda siap mendengar cerita anak tapi sedang mengerjakan sesuatu dan akan ditelepon beberapa saat lagi," tutur Monic.

Empati juga perlu dibangun orang tua yakni ketika anak mengeluh terhadap apa yang dia alami dan mengganggu aktivitasnya misalkan sering diejek teman, orang tua sebaiknya bantu membicarakan hal ini dengan pihak sekolah.

Selain itu, usahakan juga hindari bertengkar di depan anak. Saat melihat orang tua bertengkar, anak tidak menyalahkan salah satu pihak tapi menyalahkan dirinya.

"Kalau orang tua ada konflik selesaikan di kamar, intonasi tinggi tak masalah tapi gunakan kata yang sopan. Atau jika ada konflik lebih baik salah satu menghindar dulu sampai kondisinya kondusif," imbuh Monic.

Tak kalah penting, orang tua perlu hadir secara total bagi anak. Artinya, saat dengan anak tinggalkan dulu segala gadget. Menurut Monic, pesan anak sekali terlewatkan tidak bisa didapat lagi tapi pesan di gadget masih tersimpan dan bisa terbaca. Dengan begini, anak akan merasa orang tua ada untuknya dan bisa memberi kasih sayang padanya.

"Selalu sediakan waktu untuk anak. Setelah pulang kerja sempatkan bermain atau mengobrol dengan anak. Berapa lama waktu tidak penting tapi bagaimana kualitas kita memberi kasih sayang pada anak," pungkas Monic.



(rdn/vit)

Berita Terkait