Dikhawatirkan Tercemar, Produsen Kapsul Plasenta Ini Terancam Ditutup

Dikhawatirkan Tercemar, Produsen Kapsul Plasenta Ini Terancam Ditutup

- detikHealth
Kamis, 08 Mei 2014 17:45 WIB
Dikhawatirkan Tercemar, Produsen Kapsul Plasenta Ini Terancam Ditutup
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Hertfordshire, Inggris - Ada salah satu cara unik dan sedikit ekstrem untuk menambah produksi ASI bagi ibu. Tak lain dengan mengonsumsi plasenta dari si bayi sendiri. Bahkan cara ini juga diklaim dapat mengurangi depresi yang kerap dialami sang ibu pasca melahirkan.

Namun baru-baru ini sebuah perusahaan yang mengolah plasenta mentah ke dalam bentuk smoothie dan kapsul di Hertfordshire, Inggris, bernama Independent Placenta Encapsulation Network (IPEN) terancam ditutup oleh dewan parlemen setempat.

Dacorum Borough Council telah mengirimkan Emergency Prohibition Notice kepada IPEN dan melarang perusahaan ini memperjualbelikan produknya sejak Oktober 2013 karena mereka menduga produk IPEN tercemar bakteri tertentu. IPEN sendiri sudah beroperasi di Inggris selama 2,5 tahun sebelum akhirnya diberi peringatan oleh dewan parlemen setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pengadilan, pengacara dari Dacorum Borough Council, Nicholas George beralasan produk IPEN bisa saja tercemar bakteri bernama staphylococcus aureus yang terkandung dalam vagina wanita, meskipun sebenarnya persentase wanita dengan bakteri ini hanya 10 persen.

Dewan ini mencemaskan bilamana bakteri yang dimaksud akan ikut menempel ke plasenta. Dan bila nantinya diolah menjadi kapsul atau smoothie untuk dikonsumsi ibu yang ingin produksi ASI-nya bertambah, maka hal ini dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan sang ibu sendiri.

Selain itu, George menuding proses produksi yang diberlakukan di IPEN kurang terkontrol dengan baik, karena IPEN semata hanya meminta pada ibu yang ingin plasentanya diolah untuk dibiarkan begitu saja sebelum kemudian diberikan kepada IPEN untuk diubah menjadi kapsul atau smoothie plasenta.

Tentu saja argumen ini ditentang oleh IPEN. Menurut jubir IPEN, tiap plasenta yang akan mereka olah telah didinginkan dalam suhu 8 derajat Celcius maksimal empat jam setelah proses persalinan. Untuk itu ketika diolah, kondisi plasenta masih dalam keadaan dingin sehingga tidak membawa risiko kesehatan apapun.

"(Lagipula) perusahaan selalu menanyakan riwayat masing-masing plasenta yang akan diolah dan kami akan menolak plasenta yang dibiarkan berada dalam suhu ruangan selama 24 jam," imbuh sang jubir Bradley Say seperti dikutip dari BBC, Kamis (8/5/2014).

Pengadilan juga mendengarkan laporan investigasi yang dilakukan pada sejumlah klien IPEN. Sebagian besar dari mereka mengaku tidak mengalami efek samping akibat mengonsumsi produk plasenta dari IPEN. Setelah sesi dengar pendapat, hakim Annabel Pilling berencana baru akan memutus kasus langka ini minggu depan.

IPEN sendiri didirikan oleh seorang ibu bernama Lynnea Shrief karena ia sendiri merasa kesulitan memenuhi suplai ASI untuk bayinya. Dan ketika mendengar khasiat plasenta untuk produksi ASI ini, ia pun terinspirasi untuk membuat kapsul plasenta.

Konon selain menambah produksi ASI, plasenta yang dikonsumsi oleh ibu yang baru melahirkan juga dapat mengurangi dampak dari post-natal depression, bahkan menambah mood.

(lil/vit)

Berita Terkait