Nutrisi Anak Indonesia Tak Seimbang, Begini Cara Menyiasatinya

Nutrisi Anak Indonesia Tak Seimbang, Begini Cara Menyiasatinya

- detikHealth
Rabu, 28 Mei 2014 07:00 WIB
Nutrisi Anak Indonesia Tak Seimbang, Begini Cara Menyiasatinya
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Yogyakarta - Tiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh sehat dan cemerlang. Sayangnya pengetahuan akan nutrisi anak belum banyak dimiliki orang tua. Salah satu dampak negatif yang ditakutkan para pakar adalah ketimpangan jumlah nutrisi.

"Prinsip pokoknya anak harus diberi nutrisi yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein, di samping vitamin dan mineral, tapi yang seimbang. Ini penting," tandas Prof Dr Mohammad Juffrie, SpA(K) dalam talkshow Vitalac dengan 5 Star Nutri 'Nutrisi Berkualitas Internasional untuk Anak Indonesia' yang digelar di Hotel Phoenix, dan ditulis Rabu (28/5/2014).

Dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran UGM itu menegaskan keseimbangan nutrisi itu dirasa penting mengingat Indonesia dihadapkan dua masalah pelik, yaitu anak-anak yang masih mengalami under nutrition (kurang nutrisi) dan over nutrition (nutrisi yang berlebihan).

"Kalau kita melihat dari Jogja sampai ke timur dan selatan, itu masih banyak sekali anak-anak kita yang masih under nutrition, kira-kira 35 persen lah. Kemudian kalau kita kembali ke kota seperti di Jakarta kira-kira tujuh tahun yang lalu saya meneliti nutrisi pada anak-anak kelas 4-5 SD, ternyata 40 persen sudah obes," katanya.

Apalagi Prof Juffrie menemukan dari 40 persen anak kota yang obes tadi sudah ada yang menderita penyakit tertentu seperti hipertensi dan resistensi insulin yang dapat memicu terjadinya diabetes. Padahal usia mereka baru berkisar 10-12 tahun.

Sedangkan dari riset terbaru, remaja yang duduk di bangku SMP maupun SMA dan mengalami obesitas telah mencapai 20-30 persen. Hipertensi dan risiko diabetes pun sudah menghantui anak/remaja dengan kelebihan berat badan ini.

Selain berbicara tentang keseimbangan kandungan nutrisi, Prof Juffrie juga menekankan tentang ciri makanan yang baik demi optimalnya tumbuh kembang anak, yaitu makanan yang nutrisinya dapat diserap dan dicerna tubuh.

"Makanan yang dimaksud adalah makanan yang mengandung karbohidrat yang sudah siap dicerna oleh enzim-enzim bayi. Namun karena sampai sekitar usia empat bulan saluran cerna bayi ini belum terbentuk sempurna, jadi ini perlu diakali dengan nutrisi yang sesuai dengan kondisi ini seperti susu. Lagipula nutrisi ini juga dibutuhkan untuk menyempurnakan organ-organ vital mereka," imbuhnya.

(lil/up)

Berita Terkait