Seperti penuturan Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ir Ahmad Syafiq, MSc, PhD, kesempatan untuk memperbaiki gizi itu tidak hanya selesai di usia balita atau di 1.000 hari pertama kehidupan.
"Masih ada jendela lain terutama untuk mengejar stunting. Untuk mengejar stunting kita ada growth spur atau percepatan pertumbuhan, pertambahan tinggi badan pada usia remaja dan usia anak sekolah," kata Syafiq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada usia 9-10 tahun ada fase pertambahan tinggi badan pada anak. Setelah itu laten (dalam tahap persiapan) kembali, kemudian memasuki usia remaja anak akan kembali mengalami pertambahan tinggi badan.
Nah di situlah dikatakan Syafiq ada peluang untuk memperbaiki gizi anak. Terkait konsumsi susu pada anak, Syafiq mengatakan sebenarnya hanya ada sedikit perbedaan pada jenis susu untuk anak usia sekolah atau remaja.
(rdn/up)











































