Anak Sering Melawan Belum Tentu Bermasalah

Anak Sering Melawan Belum Tentu Bermasalah

- detikHealth
Senin, 09 Jun 2014 07:01 WIB
Anak Sering Melawan Belum Tentu Bermasalah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jika anak balita rewel atau bandel jangan dihadapi dengan emosi atau malah mengasumsikan bahwa sang anak memiliki masalah psikologis. Pada anak, hal tersebut bisa jadi merupakan fase yang wajar.

Hal itu diungkapkan oleh dr Ahmad Suryawan atau yang biasa dipanggil dr Wawan dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya, pada sebuah seminar anak di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, seperti ditulis Senin (9/6/2014).

"Banyak orangtua datang ke saya membawa anaknya dengan keluhan bahwa anaknya susah diatur, bandel, dan hiperaktif. Setelah saya periksa ternyata tidak ada masalah apa-apa dengan anaknya, nah kalau gini kan berarti yang bermasalah orangtuanya dong?" ujar dr Wawan.

Menurut dr. Wawan perkembangan anak terutama otak secara garis besar terjadi dalam tiga tahap yaitu pada umur nol hingga satu tahun, satu hingga tiga tahun, dan tiga hingga enam tahun. Dalam tiga tahap perkembangan otak ini sikap anak berubah dan perlu penanganan yang berbeda pula.

"Dalam tiga tahap perkembangan anak itu orang tua perlu lakukan normalisasi perilaku anak dengan memberikan stimulus yang tepat," kata dr. Wawan.

Umur nol sampai satu tahun menurut dr. Wawan adalah di mana otak belakang anak mengalami pertumbuhan pesat. Otak pada bagian ini mengatur sensorik seperti penglihatan, pendengaran, dan peraba. "Anak pada tahap ini mengikuti apa yang orangtuanya lakukan, misal kalau orangtuanya melambai nanti sang anak ikut melambai. Pada tahap ini anak adalah apa yang orangtuanya berikan atau i'am is what i'am given," ujarnya.

Pada tahap perkembangan yang kedua di umur satu hingga tiga tahun adalah masa dimana otak tengah berkembang. Otak tengah berfungsi mengendalikan motorik anak sehingga pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak. Pada tahap inilah di mana biasanya sang anak akan melawan perintah orangtuanya.

"Umur satu sampai tiga tahun itu wajar kalau anak melawan keinginan orangtua. Anak memiliki keinginannya sendiri dan orangtua harus sabar menghadapi hal ini. Biasanya sih mulai umur segini ini yang membuat orangtua pusing," terang dr. Wawan.

Pada tahap perkembangan otak yang ketiga di umur tiga sampai enam tahun, otak bagian depan mengalami perkembangan pesat. Otak pada bagian ini berperan pada daya imajinasi anak. Di umur dengan daya imajinasi tinggi, sang anak akan mengikuti apa yang dibayangkannya. Orangtua yang memilki anak pada tahap ini disarankan untuk memberikan perhatian dan kontrol penuh pada apa saja yang mempengaruhi imajinasi anak seperti tontonan, bacaan, dan pengaruh dari luar lain yang memiliki efek negatif.



(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads