Pada dasarnya, ibu tunggal harus mengambil alih peran yang seharusnya bisa dibagi seperti mencari nafkah. Dikatakan psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli M.Psi hal tersebut mempengaruhi sistem keseluruhan keluarga di mana dari sisi finansial dan waktu si ibu untuk anaknya akan berkurang.
"Apalagi kalau single mom ini nggak punya pendamping, secara emosional dia bisa tidak happy sementara pusat emosi dalam sistem keluarga adalah ibu. Jadi kalau secara emosinal ibunya nggak sehat, anaknya juga terpengaruh" kata Vera, begitu ia akrab disapa saat ditemui di Bunga Rampai Resto dan ditulis pada Jumat (13/6/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastikan dia punya waktu untuk anak juga untuk dirinya supaya secara emosional dia sehat. Lalu dia menyukai karirinya, punya teman laki-laki lain terutama yang menetap itu yang bikin emosi ibu sehat sehingga anaknya juga jadi sehat," terang ibu satu anak ini.
Tak lupa pula, ibu perlu mengenalkan peran gender ke anak bahwasanya apa yang dilakukan sang ibu mati-matian kerja bukan satu-satunya peran seorang ibu. Anak perlu diberi tahu peran ibu yang lain, bisa melalui contoh figur tertentu misalnya sang tante atau nenek yang melakukan tugas ibu lainnya.
Perlu juga memberi tahu pada anak figur seorang laki-laki seperti apa. Oleh karena itu anak perlu figur laki-laki dewasa lain contohnya om, kakek, atau bahkan lelaki yang sedang dekat dengan sang ibu.
Vera menekankan, ketika orang tua memutuskan akan berpisah, pastikan perpisahan itu terjadi dengan baik-baik sehingga si anak bisa melihat bahwa ayah dan ibunya saling mencintai tetapi tidak ada kecocokan lagi. Dengan begitu, anak akan mendapatkan kedamaian.
"Makin konflik orang tua, anak juga makin menghadapi konflik. Nah kalau yang ayahnya meninggal, sebaiknya ibu nggak mengalami duka berkepanjangan sampai membuat post-trauma yang bikin dia stres pasca meninggalnya si suami," lanjut wanita yang juga mengajar di Universitas Tarumanegara ini.
Selain itu, ibu juga perlu membantu memberi pengertian pada anak bahwa ada proses seseorang lahir dan meninggal. Dengan kata lain ada konsep religi yang diajarkan bahwa hidup hanya bersifat sementara sehingga anak tidak terlalu sedih berkepanjangan.











































