Memasuki bulan puasa, tak sedikit orang tua yang sudah mengajarkan anak mereka untuk berpuasa sejak kecil. Nah, salah satu cara termudah untuk mengajak anak berpuasa adalah dengan memberikan imbalan berupa uang barang yang dikenal sebagai sistem rewarding.
Lalu bolehkah mengajarkan anak berpuasa dengan mengiming-imingi uang atau barang? Pakar psikologi anak dari Klinik Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana mengatakan bahwa sebenarnya untuk mengajarkan anak puasa tidak harus dengan sistem reward memberikan barang atau uang.
"Karena menurut saya, momen puasa itu sendiri merupakan reward bagi anak. Momen makan sahur bareng, ngobrol, ketawa-ketawa bareng keluarga itu sudah merupakan reward bagi anak, sudah buat anak senang," tutur Vera ketika ditemui usai acara Talkshow Misi Pahlawan Cilik Pepsodent, di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, dan ditulis Rabu (2/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Vera, untuk mengajarkan anak puasa tidak usah memberikan reward berupa uang atau barang. Dikatakan Vera bahwa reward paling baik untuk anak adalah yang simpel namun memiliki efek kekeluargaan yang kuat.
"Kasih rewardnya yang simpel-simpel saja. Misalnya kalau anak full puasanya bisa sampai maghrib, mama atau ibunya nanti membuatkan makanan atau minuman favorit anaknya untuk berbuka," terang Vera lagi.
(up/up)










































