Biasanya untuk anak laki-laki akan diberikan mainan robot, mobil, alat olahraga, atau mainan apapun yang menurut pandangan masyarakat umum pantas dimainkan anak laki-laki. Sementara itu, anak perempuan biasanya akan diberi mainan seperti boneka, masa-masakan, dan mainan lainnya yang bernuansa merah jambu.
Lalu bagaimana jika ada anak laki-laki yang menyukai bermain boneka atau menyukai warna merah jambu? Ada kekhawatiran pada orang tua jika anak laki-lakinya suka memainkan mainan perempuan, hal tersebut akan memengaruhi sikapnya kelak saat dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu enggak dibedakan gender? Kalau untuk anak-anak di tahun awal bebasin saja. Kenapa enggak laki-laki main boneka dan suka warna pink," ucap Vera saat ditemui pada konferensi pers Fisher-Price, Pondok Indah Mall, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (4/7/2014).
Di umur 0 hingga 3 tahun, yang dibutuhkan anak adalah stimulasi yang baik dari berbagai jenis mainan. Pastinya mainana yang digunakan harus tepat, terlepas dari pandangan gender yang menempel pada mainan tersebut.
Vera mengatakan perasaan was-was pada orang tua dapat dipahami. Namun, jangan larang anak bermain, justru sebaiknya orang tua ikut mendampingi anak saat bermain untuk memberi pengarahan.
"Enggak apa-apa anak bermain boneka tapi nanti perannya dibelokin lagi jadi peran laki-laki. Misalnya ' Kamu main boneka tapi jadi papanya ya bukan ibu,'" tutup Vera.
(up/rdn)











































