Jika orang tua ingin memberi parasetamol pada anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti penuturan dr Norman Swan, produser dan presenter 'Health Report' di Australia, perhatikan peruntukkan parasetamol yang tertera pada kemasan.
"Lihatlah untuk anak usia berapa dan berat badan berapa parasetamol itu bisa diberikan. Jika anak Anda terlalu kurus atau sebaliknya terlalu gemuk, lebih baik berkonsultasi ke dokter untuk mendapat dosis parasetamol yang tepat," terang dr Swan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, ditekankan dr Swan, anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak mengonsumsi obat batuk dan flu yang dibeli secara bebas, tanpa resep dokter. Jangan pula coba-coba memberi anak aspirin karena bisa berisiko menimbulkan sindrom Reye.
"Sindrom ini merupakan kondisi di mana tiba-tiba terjadi peradangan dan pembengkakan otak, kemudian bertambahnya kadar lemak dalam organ tubuh seperti liver,' lanjut dr Swan seperti dikutip dari BAC Ausralia, Senin (14/7/2014).
Bagi anak di bawah usia tiga bulan, orang tua tak dianjurkan memberinya ibuprofen. Jika ingin memberi si kecil ibuprofen, terutama dalam bentuk sirup, periksa dosis anjuran dan jangan sekali-sekali melebihkan dosis karena berpikir efeknya akan lebih baik.
Tak lupa pula untuk memeriksa kapan tanggal kadaluwarsa khususnya pada obat yang kemasannya sudah terbuka. Pemberian parasetamol harus diperhatikan sebab dr Swan mengatakan overdosis parasetamol bisa menyebabkan kerusakan hati parah dan kematian mendadak.
"Kebanyakan kasus overdosis terjadi akibat hasil kumulatif konsumsi parasetamol selama beberapa hari. Dosis yang diberikan pun sudah melampai batas. Sehingga penting bagi orang tua untuk memerhatikan ketepatan dosis, usia, dan waktu pemberian parasetamol," terang dr Swan.
(rdn/up)










































