Tak Sengaja, Dokter di Swedia Malah Suntikkan Disinfektan ke Ibu Bersalin

Tak Sengaja, Dokter di Swedia Malah Suntikkan Disinfektan ke Ibu Bersalin

- detikHealth
Senin, 18 Agu 2014 13:01 WIB
Tak Sengaja, Dokter di Swedia Malah Suntikkan Disinfektan ke Ibu Bersalin
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Stockholm - Suntikan epidural lumrah diberikan pada wanita guna meringankan rasa sakit ketika bersalin. Tetapi bagaimana jika yang disuntikkan bukanlah epidural melainkan cairan disinfektan untuk mensterilkan alat kedokteran?

Ya, itulah yang terjadi pada wanita asal Swedia ketika ia akan melahirkan pada tanggal 26 Juli lalu. Peristiwa itu terjadi diduga karena wadah epidural tertukar dengan chlorexidine, sejenis disinfektan untuk mensterilkan kateter.

Alhasil, seminggu setelah melahirkan si wanita masih merasakan sakit luar biasa. Dikatakan suami wanita tersebut, si istri mengalami sakit luar biasa pada punggungnya. Bahkan, dari bagian kaki ke bawah terasa seperti ada kejutan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan koran lokal Sydsvenskan, setelah dua minggu berada dalam pengawasan dokter, wanita tersebut akhirnya bisa kembali ke rumah. Direktur Skane University Hospital, Anders Rehn mengatakan meski terlihat sepele tetapi kejadian ini patut mendapat perhatian khusus.

"Ini seharusnya tidak terjadi. Wadah disinfektan itu sudah kami singkirkan dan harusnya sudah tidak ada di ruang bersalin," tutur Rehn seperti dikutip dari harian The Local, Senin (18/8/2014).

Rehn menambahkan, pihak RS sudah berkonsultasi dengan ahli saraf dan diketahui bahwa dosis chlorexidine yang disuntikkan sangat rendah sehingga kecil kemungkinan timbul risiko cacat pada si pasien.

Sebelumnya, tahun 2011 seorang ibu di Sydney juga mengalami hal serupa. Akibat petugas RS salah menyuntikkan epidural dengan cairan antiseptik kulit, usai melahirkan wanita itu mengalami cacat di bagian pinggang ke bawah.

(rdn/up)

Berita Terkait