Dalam video yang diunggah Daily Mirror, terlihat seorang bocah perempuan berusia sekitar 2 tahun sedang duduk di kursi hijau kecil. Nampak di situ, si bocah tengah duduk sambil berbicara dengan artikulasi yang tak jelas dan nampak percaya diri.
Tak beberapa lama kemudian, sang ibu pun mengguyurkan sebaskom air, meskipun belum jelas apakah air yang digunakan benar-benar air dingin atau bersuhu tubuh. Sontak, si anak terkejut dan berteriak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, ice bucket challenge kerap dilakukan sebagai bentuk donasi bagi pasien ALS (Amyotrophic lateral sclerosis). Dengan mengguyur badan dengan air dingin diharapkan peserta bisa merasakan sensasi lumpuh yang dialami pasien ALS.
Menanggapi hal ini, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, Kepala Departemen Bedah Saraf RS Mayapada mengatakan ice bucket challeng tidak berbahaya tetapi tidak sehat karena secara sengaja mengguyur tubuh dengan air dingin.
"Sensasi seperti beku seperti yang dialami pasien ALS biasanya baru bisa dirasakan dengan cara merendam sekujur tubuh dalam air es. Tetapi risikonya bisa pingsan, mengalami gangguan fungsi organ. Tapi kalau sampai meninggal, ya nggak lah," kata dr Roslan, seperti ditulis pada Rabu (27/8/2014).
(rdn/ajg)











































