Ya, menyusui bisa mengurangi risiko terkena kanker ovarium bagi seorang wanita. Seperti diketahui, kanker ovarium diam-diam 'membunuh' penderitanya karena gejala yang dirasakan kerap disepelekan. Rasa kembung dan gejala yang tidak spesifik membuat penyakit ini sulit didiagnosis hingga memasuki tahap yang parah.
Penelitian terhadap hubungan menyusui dan risiko kanker ovarium pun pernah dilakukan. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini dilakukan dengan meneliti 493 wanita dengan kanker ovarium untuk dibandingkan dengan 472 wanita normal dari usia yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, wanita yang menyusui anaknya selama kurang lebih 13 bulan bisa menurunkan risiko perkembangan tumor hingga 63% dibandingkan dengan wanita yang menyusui kurang dari 7 bulan.
Ibu yang memiliki tiga orang anak dan total waktu untuk menyusui hingga mencapai 31 bulan lebih banyak memangkas kesempatan mereka untuk mendapat kanker ovarium, yaitu 91%.
Menyusui memang bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker ovarium. Hal ini disebabkan oleh proses menyusui yang dapat membantu penundaan ovulasi. Para ahli memang peraya jika jumlah ovulasi yang tinggi dapat meningkatkan risiko untuk membentuk sel mutan yang dapat memicu timbulnya penyakit.
"Ibu yang menyusui memiliki banyak keuntungan, misalnya lebih jarang terkena risiko kanker payudara, kanker ovarium, hipertensi, rheumatoid artritis, stres, serta penyakit lainnya," tutur dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABMkepada detikHealth dan ditulis pada Jumat (29/8/2014).
Lebih dari 6000 pasien di Inggris terdiagnosis kanker ovarium. Apalagi, penyakit ini menjadi penyumbang sekitar 5% dari penyebab kematian karena kanker pada wanita.
(rdn/up)










































