"Yang belum mencapai target misalnya angka kematian ibu yang termasuk dalam target MDG's karena berdasarkan SDKI tahun 2012 meningkat jumlahnya 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup, berarti tidak akan kita capai," tegas menkes Nafsiah Mboi saat ditemui di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/8/2014).
Meski demikian, diutarakan Nafsiah berdasarkkan data dunia yakni World Health Statistics (WHS) tahun 2012, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia AKI sebanyak 190. Itu berarti, AKI berdasarkan target MDG's yaitu 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran ibu bisa dicapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain AKI, angka kematian bayi (AKB) pun dikatakan memiliki perbedaan antara data SDKI dengan WHS, meskipun Nafsiah tak menyebutkan gamblang berapa angka perbedaan tersebut. Tak hanya AKI dan AKB, untuk menekan jumlah kasus HIV juga diperlukan usaha yang lebih keras lagi.
"Menurut UNAIDS, Indonesia masih left behind, tapi data kami menunjukkan kita on track. Memang betul sih jumlah kasus HIV baru meningkat. Maka dari itu kita sengaja melakukan lebih banyak testing," tambahnya.
Diistilahkan Nafsiah, dengan melakukan lebih banyak tes HIV-AIDS berarti mebongkar gunung esnya terlebih dulu. Nafsiah mengatakan memang makin banyak yang tahu dirinya positif HIV tetapi meski begitu angka kejadian AIDS menurun. Pencegahan penularan dari ibu bayi pun bisa dicegah.
"TB dan malaria oke kita akan capai. Dalam 100 hari pertama pemerintahan mendatang, BPJS jelas belum selesai, masih dalam proses karena kita mengubah sistem dan itu tidak bisa dalam waktu singkat, road mapnya pun sampai 2019," tutur Nafsiah.











































