Senin, 01 Sep 2014 09:05 WIB

Pola Makan Agar Kebutuhan Gizi si Kecil Terpenuhi Tapi Tidak Overnutrisi

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Memenuhi kebutuhan nutrisi memang penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Tetapi, jika nutrisi yang diberikan berlebihan hingga anak mengalami kelebihan gizi atau overnutriai, risiko anak obesitas pun di depan mata.

Maka dari itu, pakar tumbuh kembang anak DR dr Rini Sekartini SpA(K) menegaskan untuk anak balita, pola makan yang baik dan benar harus memenuhi kaidah gizi seimbang. Artinya, harus terpenuhi kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral.

"Dari semua itu porsi terbanyak adalah karbohidrat. Frekuensi makan untuk anak adalah 3 kali makan besar, pagi, siang dan sore. Serta 2 kali snack pagi dan sore," tutur dr Rini dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (1/9/2014).

Ketika malam sebelum tidur, dr Rini mengatakan anak bisa juga diberikan snack malam. Nah, pola makan seimbang dengan frekuensi yang benar akan menghindarkan anak dari kelebihan berat badan dan obesitas.

Seperti diketahui, obesitas pada anak bisa berujung pada meningkatnya penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertensi. Khususnya pada anak laki-laki, peneliti dari Westmead Millennium Institute (WMI), Sydney menemukan bahwa anak laki-laki yang mengalami kegemukan rata-rata memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.

"Dampak psiko-sosial negatif dari obesitas pada remaja laki-laki ternyata lebih besar daripada remaja perempuan. Pasalnya studi ini menunjukkan bahwa status berat badan yang tak sehat dan lemak tubuh yang berlebihan memberi dampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental remaja, terutama pada remaja laki-laki," kata ketua tim peneliti, Bamini Gopinath.

Nah, untuk memantau kelebihan berat badan, dr Rini menyarankan sebaiknya dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala yakni setiap 6 bulan. Menurut dr Rini, dari ukuran keduanya dapat diketahui apakah anak mengalami gizi lebih atau obesitas.

"Harus dicermati bahwa kenaikan berat badan diukur dalam 1 tahun yaitu kenaikannya sekitar 2-4 kg selama 1 tahun. Jadi tidak setiap bulan berat badan anak naik," tegas dr Rini.



(rdn/up)