Selasa, 02 Sep 2014 09:04 WIB

Ortu Rutin Mendongeng, si Kecil pun Lebih Aktif Berceloteh

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Semua orang tua pasti ingin memiliki anak yang bisa berceloteh dengan kosakata beragam dan lafal tepat. Sebetulnya, agar si kecil memiliki kemampuan berbahasa yang baik, ada cara yang bisa dilakukan orang tua yaitu mendongeng.

Ya, dengan mendongeng secara tak langsung orang tua bisa memberi stimulasi verbal pada anak. Seperti penuturan psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri M.Psi, saat mendengarkan dongeng atau cerita yang dibacakan, anak akan mendengar banyak kosakata.

"Anak nanti akan menyimpan kosakata yang dia dengar di memorinya. Suatu saat dia butuh kosakata itu untuk mengekspresikan perasaannya ya dia akan gunakan," kata Zena ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (2/9/2014).

Selain stimulasi verbal, mendongeng juga bisa melatih imajinasi dan kemampuan motorik anak. Misalnya saja ketika ada dongeng tentang harimau dan kelinci, anak bisa menirukan bagaimana harimau mengaum dan kelinci melompat. Ia pun bisa berimajinasi.

Saat orang tua menceritakan tokoh atau suasana dalam dongeng, secara tidak langsung akan terbentuk imajinasi anak tentang apa yang diceritakan padanya. Nah, Zena mengatakan kebiasaan mendongeng bisa dimulai sejak anak berusia 3 bulan lho.

"Bacakan anak cerita yang bervariasi. Kan sekarang banyak buku cerita untuk anak yang terbuat dari kain, jadi sambil dia dengar cerita dia bisa melihat sambil menyentuh tekstur buku kain itu, untuk melatih motorik halusnya," papar psikolog di Klinik Tumbuh Kembang Kancil ini.

Menyoal ayah atau ibu yang lebih baik mendongeng untuk si kecil, diungkapkan Zena siapapun tidak masalah asal si pendongeng bisa membacakan dongengnya dengan ekspresif dan menarik bagi anak.

"Yang penting rutin lakukan tiap hari. 5-10 menit aja cukup kok. Cari waktu yang santai dan orang tuanya pun lagi luang. Sore hari atau malam sebelum tidur nggak masalah," tegas Zena.

Ia menambahkan, mendongeng juga membantu anak agar terbiasa menggunakan bahasa formal. Tak hanya itu, si kecil juga akan terbiasa dan menyenangi kegiatan baca membaca ketika nanti ia sudah duduk di bangku sekolah.

(rdn/up)