Rabu, 03 Sep 2014 09:07 WIB

Bermain Sambil Asah Kemampuan Motorik Anak? Bisa, Ini Caranya

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Masa kanak-kanak, identik dengan waktu si kecil sedang asyik-asyiknya bermain. Ketika memberi mainan untuk anak pun bisa lho sembari melatih kemampuan motorik anak baik motorik kasar dan halus.

Seperti penuturan psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri M.Psi, melatih kemampuan motorik anak utamanya dilakukan saat si kecil berusia 0-1 tahun. Untuk melatih motorik kasar yang berkaitan dengan aktivitas bergerak dan berpindah tempat, orang tua bisa menggunakan mainan.

"Untuk anak enam bulan, kasih aja mainan yang digantung dan berputar itu supaya nanti dia bisa berusaha meraih mainan itu, terus nanti ditarik atau bergerak kan itu melatih motorik anak," terang Zena ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (3/9/2014).

Nanti, ketika anak sudah bisa duduk dan merangkak, orang tua bisa menggunakan benda di sekitar misalnya bola atau tisu gulung agar bisa ditarik atau dikejar si kecil. Hal terpenting, perhatikan keamanan mainan yang akan diberikan ke anak.

Jika ingin melatih anak merangkak, ada cara mudah yang bisa dilakukan. Ganjak perut anak dengan guling kecil, lalu tekuk lututnya. Kemudian, orang tua bisa 'memancing' anak dari arah depan. Dengan posisi seperti itu, diharapkan koordinasi tangam dan tubuh anak makin kuat. Ia pun akan lebih mudah belajar merangkak.

Tiba waktunya anak belajar berjalan, Zena menyarankan untuk tidak menggunakan baby walker. Sebab, dikatakan Zena baby walker justru membuat anak 'malas' untuk belajar berjalan dan menjaga keseimbangan karena posisi mereka yang cenderung sudah pasti bisa berjalan.

"Lebih baik kasih aja mainan seperti gerobak atau kursi kecil untuk mereka dorong, tapi harus yang kuat ya bahannya jangan yang cepet jatuh juga. Terus kalau anak sudah bisa manjat-manjat, terutama naik tangga, jangan dilarang, tapi ajari," tutur psikolog dari Klinik Kancil tersebut.

Di atas usia satu tahun, di mana motorik kasar atau kemampuan untuk berpindah tempat dan bergerak sudah terlatih, orang tua bisa mengajak anak melakukan kegiatan yanh lebih menantang. Misalnya bermain lari-larian, trampolin, atau bersepeda bersama.

"Kalau untuk motorik halus, orang tua bisa melatih anak menulis, meronce, menempel gambar, supaya koordinasi mata dan jari tanganya optimal. Motorik halus umumnya memang berkaitan dengan kemampuan anak untuk menghasilkan karya seperti tulisan, gambar, atau karya lainnya," kata Zena.



(rdn/up)