Jumat, 05 Sep 2014 09:04 WIB

Anak Demam Diberi Obat Turun Panas yang Ada di Rumah? Boleh, Asal...

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Demam menjadi salah satu gejala dari penyakit yang sedang dialami si kecil. Nah, umumnya orang tua selalu siap sedia obat penurun panas sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu anak demam. Haruskah demikian?

Menanggapi hal ini, pakar tumbuh kembang anak Dr dr Rini Sekartini SpA(K) mengatakan sah-sah saja jika orang tua selalu sedia obat penurun panas di rumah. Tetapi, jika demam dialami bayi yang berusia di bawah 6 bulan, maka harus segera diperiksakan ke dokter.

"Pada anak yg lebih besar dapat diberikan obat penurun demam sesuai usia, paling lama 3 x 24 jam, dan segera periksakan ke dokter," tutur dr Rini dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (5/9/2014).

Sementara itu, dr Marissa Pudjiadi SpA dari RS Premiere Jatinegara mengatakan memang demam bisa menjadi gejala dari penyakit seperti batuk, flu, dan diare. Tetapi, bila gejalanya hanya demam saja, anak boleh dibawa konsultasi setelah 3 hari demam.

"Dengan syarat, asupan yang masuk ke tubuhnya masih baik, minum cukup, tidak ada gejala lain yang membahayakan seperti sesak napas dan kesadarannya masih baik. Tetapi kalau disertai gejala lain misalnya sesak napas atau penurunan kesadaran atau disertai kelumpuhan atau gejala lainnya yang membahayakan segera saat itu juga harus dibawa konsultasi ke dokter," papar dr Marissa.

Oleh sebab itu, dr Marissa sangat menyarankan orang tua untuk selalu menyediakan obat penurun panas di rumah. Sebab, banyak sekali penyakit yang dimulai dengan panas. Apalagi, panas mengganggu aktivitas anak dan metabolisme serta fungsi enzim-enzim dalam tubuh.

"Pada anak di bawah 6 tahun yang memiliki bakat kejang demam, suhu diatas 38C dapat mencetuskan kejang demam. Obat panas membantu menurunkan suhu tubuh sehingga kejadian-kejadian tadi dapat dihindari dan obat panas cukup aman untuk dikonsumsi, tentunya dengan mengikuti aturan pakai yang tepat," tandas dr Marissa.



(rdn/up)