Akan tetapi baru-baru ini sebuah studi dari Jerman menemukan cara mudah untuk mengurangi risiko asma seorang anak, bahkan sejak bayi, yaitu memberinya alas tidur atau selimut dari bulu binatang yang lembut.
Seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber, Selasa (9/9/2014), tim peneliti dari Helmholtz Zentrum Munchen Research Centre berhasil menyimpulkan hal ini selepas mengamati 3.000-an bayi yang lahir di Jerman pada tahun 1998 dan mengikuti perkembangan mereka hingga memasuki usia enam tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi kalau anak-anak ini tumbuh dengan tetap menggunakan bulu binatang sebagai alas tidur mereka. Risiko asmanya akan berkurang sebesar 40 persen ketika usia mereka menginjak 10 tahun," tandas salah seorang peneliti, Dr Christina Tischer.
Mengapa bisa begitu? Peneliti menduga paparan mikroba yang ada dalam kulit binatang membantu menciptakan sekaligus melatih agar sistem imun atau kekebalan bayi-bayi ini menjadi lebih kuat, sehingga terhindar dari berbagai penyakit, termasuk asma.
"Seperti kita tahu anak-anak yang tumbuh besar bersama hewan peliharaan juga jarang kena asma dan alergi," sambung Tischer.
Dokter spesialis paru dari RS MH Thamrin Jakarta, Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD menambahkan asma pada anak bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya keturunan.
"Tapi biasanya hanya 35 persen saja. Ini disebut atopi (riwayat keluarga atau riwayat alergi). Jadi mungkin dari orang tua, nenek, kakek, atau saudara," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Namun bukan berarti apabila orang tua memiliki asma lantas anaknya pasti akan mengalami asma juga. Hanya saja dapat dikatakan bahwa pasangan yang mengidap asma lebih berisiko memiliki anak yang mengidap asma. Selain dipengaruhi keturunan, dr Faisal juga menjelaskan bahwa asma dapat dipengaruhi oleh kondisi yang dialami saat kehamilan.
(lil/vit)










































