"Jika diyakini kondisi si kecil saat itu sudah kenyang atau tidak ngompol, tak ada salahnya untuk mengecek suhu kamar apakah terlalu dingin atau terlalu panas," tutur dr Meta Hanindita yang kini tengah mengambil pendidikan dokter anak di FK Unair/Dr Soetomo.
Selain itu, perlu juga mengecek pakaian si anak apakah membuatnya gatal, terlampau ketat, atau bisa saja si kecil rewel karena sedang teething alias tumbuh gigi. Tapi jangan salah, anak juga bisa rewel karena bosan lho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Meta menambahkan jika menurut orang tua anak sepertinya sakit, entah kembung, demam, atau kesehatannnya terganggu, tak ada salahnya jika membawa si kecil ke dokter. Lantas, bagaimanakah cara aman untuk mendiamkan si kecil yang terus-terusan rewel?
"Usap-usap punggungnya, kemudian secara lembut boleh kok diayunkan dan diajak bicara. Jika perlu nyanyikan lalu sampai ajak jalan-jalan menggunakan stroller," kata dr Meta.
Ia mengingatkan, menangis adalah satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi. Menangis terus-menerus atau excessive crying adalah salah satu fase normal pada bayi terutama saat berusia 2-4 bulan.
Maka dari itu, bagi para orang tua dr Meta menekankan ketika menghadapi anak yang menangis terus menerus sebaiknya jangan panik dan jangan stres. Sebab, jika ayah atau ibu terlalu paniknya tanpa disadari justru melakukan hal-hal yang bisa membahayakan anak.
"Saking paniknya orang tua berusaha mendiamkan anak dengan melempar bayi atau mengayun terlalu keras yang bisa menyebabkan cedera pada anak. Maka dari itu saat bayi menangis, coba cek dulu kira-kira apa yang membuatnya tidak nyaman," imbuh ibu satu anak ini.
(rdn/vit)











































