"Gejala khasnya itu demam berkelanjutan dan berat badannya menurun. Tetapi perlu diingat gejala kanker tidak bisa berdiri sendiri," ungkap dr Endang Windiastuti, SpA(K).
Sebab, ada gejala lain yang menyertai seperti perdarahan, pembesaran kelenjar, hepatosplenomegali (pembengkakan hati dan limpa), serta nyeri tulang dan sendi. Hal tersebut diutarakan Seminar Ilmiah 'Mengenali Tanda-tanda Dini Kanker pada Anak' di RS Dharmais, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (15/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mata menonjol, perut membesar, pucat, lesu, pincang, kadar hemoglobin dan leukosit tidak normal, serta nyeri tulang. dr Endang mengatakan masing-masing keluhan bisa menjadi gejala beberapa jenis kanker. Misalnya leukemia dan retinoblastoma bisa ditandai dengan gejala mata menonjol.
dr Endang mengingatkan, penurunan berat badan sebagai gejala khas pada anak patut ditelusuri lebih lanjut. Contohnya, orang tua sudah panik saat berat badan anak turun karena tidak mau makan nasi. Padahal, ia mau makan sereal, susu, biskuit, kentang mau dan berat badannya pun bertambah.
"Memang tidak mudah menegakkan diagnosis kanker karena gejalanya tidak spesifik. Contohnya, umumnya butuh waktu 3 bulan untuk mendiagnosis leukemia dan 7 bulan untuk diagnosis tumor otak," tegas dokter dari divisi hematologi dan onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM ini.
Setelah timbul gejala dan ditangani tetapi tidak menunjukkan perbaikan, maka akan dilakukan pemeriksaan diagnosis melalui berbagai prosedur seperti pemeriksaan laboratorium, X-Ray, USG, dan bone survey.
"Untuk pengobatan, kalau tumor padat dilakukan prosedur bedah dan kemoterapi, kalau kanker darah dengan kemoterapi. Sebab, pada anak secara garis besar kanker dibagi jadi dua yaitu kanker darah (leukemia) dan tumor padat (solid tumor)," tutur dr Endang.
(rdn/ajg)










































