Jumat, 03 Okt 2014 16:46 WIB

Olahraga Seperti Ini Paling Pas untuk Bantu Anak Obesitas Turunkan Bobot

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pengelolaan jumlah kalori yang masuk dan keluar serta rutin melakukan aktivitas fisik berlaku untuk mengatasi obesitas baik pada orang dewasa atau anak-anak. Terkait aktivitas fisik yang dilakukan anak untuk menurunkan berat badan, ada hal-hal yang patut diperhatikan.

Aktivitas fisik pada anak kegemukan, tidak disarankan dengan intensitas yang tinggi, misalnya lompat-lompat. Sebab, gerakan seperti itu justru akan menambah beban pada lutut atau sendi anak sehingga risiko cedera pun makin besar, demikian dikatakan dr Andi Kurniawan SpKO.

"Maka dari itu, olahraga yang paling tepat untuk anak obesitas untuk menurunkan berat badan yaitu olahraga dengan intensitas ringan dan sedang misalnya jalan kaki, jalan cepat, naik sepeda, atau berenang," tutur dr Andi ditemui usai talkshow 'Aktivitas Fisik di Sekolah Program Indonesia Segar' di SMPN 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2014).

Aktivitas fisik bagi anak-anak disarankan 60 menit per hari. Nah, pada anak obesitas, dr Andi mengatakan tidak ada tambahan waktu tetapi harus memiliki konsep bahwa jumlah kalori yang keluar lebih banyak daripada kalori yang masuk. Aktivitas fisik anak pun harus bersifat aerobik.

"Tetapi atur juga pola makan dengan memperbanyak serat dan buah, supaya jumlah kalori yang masuk lebih kecil daripada yang keluar," imbuh dr Andi.

Ia menambahkan pada dasarnya obesitas merupakan problemn yang berkaitan dengan keseimbangan kalori dan kurangnya aktivitas fisik pada anak, sehingga kalori yang masuk terlalu banyak dibandingkan kalori yang dikeluarkan.

Untuk itu, dr Andi menyarankan pada orang tua untuk membiasakan anak melakukan aktivitas fisik sejak bayi. Caranya mudah, berilah rangsangan dengan menggerakkan tangan, kaki, atau bagian tubuh anak yang lain sekaligus untuk merangsang perkembangan motoriknya.

"Pada usia dini, tidak ada olahraga yang spesifik untuk anak, mereka boleh bergerak semaunya di mana di situ ada unsur kesenangan, bisa bersosialisasi dengan teman, terutama untuk usia anak SD atau balita, meloncat-loncat bagus sekali untuk tulangnya. Dengan high intensity seperti melompat, kalsium akan masuk dan memadatkan tulang mereka," terang dr Andi.

(rdn/vit)