"Untuk usia 1-3 tahun kebutuhan air per hari 1,1 liter atau kurang lebih 4 gelas, usia 4-6 tahun 1,4 liter atau 6 gelas, kemudian di usia 7-9 tahun kebutuhan airnya 1,6 liter atau 6 gelas," tutur dr Sudung O Pardede SpA(K) dari IDAI.
"Kalau anak perempuan usia 10-12 tahun kebutuhan airnya 1,8 liter atau 7 gelas sedangkan pada anak laki-laki sedikit lebih banyak yaitu 1,9 liter atau 8 gelas, tapi tergantung aktivitas dan berat badannya juga," imbuh dr Sudung dalam Media Workshop 'Hidrasi Sehat pada Anak' di DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang tua bisa ajarkan anak PURI atau periksa urine sendiri. Dengan indikator warna urine, seperti orang dewasa anak juga bisa diajari untuk mengecek apakah ia terhidrasi cukup baik atau tidak," kata Ketua Indonesian Hydration Working Group Dr dr Saptawati Bardosono, MSc.
Salah satunya dengan Urinary Color Chart (UCC) for Kids. Sebaiknya, dikatakan dr Tati, begitu ia akrab disapa, pemeriksaan warna urine bisa dilakukan sebelum makan siang karena saat itulah anak sudah melakukan berbagai aktivitas.
"Tapi jangan keseringan juga karena yang ada anak nanti malah malas. Selain itu, perlu juga pengasuh, orang tua, dan guru melihat kebiasaan minum anak karena biasanya anak nggak mau minum kalau nggak disuruh," kata dr Tati.
Hal itu dikatakan dr Tati disebabkan beberapa hal di antaranya anak yang cenderung tidak suka rasa air, tidak tahu kalau dia haus karena sulit membedakan rasa haus dan lapar. Sehingga, anak lebih bergantung pada orang yang sudah dewasa agar lebih diperhatikan kebutuhannya akan air.
(rdn/vit)











































