Sejak di dalam kandungan, ibu sebaiknya mulai membiasakan minum air putih sebab saat di rahim pun anak bisa mulai merasa apa yang diasup oleh sang ibu, demikian dikatakan Dr dr Saptawati Bardosono, MSc.
"Anak kan juga bisa merasa melalui air ketubannya. Nah, setelah membiasakan minum air putih sejak anak di kandungan, setelah selesai ASI eksklusif langsung kenalkan air putih, jangan minuman lain," imbuh dr Tati, begitu ia akrab disapa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan dr Tati di sela-sela Media Workshop 'Hidrasi Sehat pada Anak' di DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014). Lantas, bagaimana jika anak cenderung minum air putih bersuhu sejuk atau bahkan air es?
"Nggak masalah kok. Saat masuk di mulut, kerongkongan lalu ke lambung, suhu airnya sudah menjadi hangat. Berdasarkan penelitian pun penyerapan air bersuhu sejuk dan dingin dengan suhu ruangan tidak ada perbedaan signifikan," papar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesian Hydration Working Group.
dr Tati tak menampik air bersuhu sejuk memang membuat orang mau minum lebih banyak dibandingkan dengan air bersuhu panas. Apalagi air bersuhu panas, pada sebagian besar orang justru mengganggu karena minumnya harus sedikit demi sedikit.
Hadir dalam kesempatan yang sama, dr Sudung O Pardede SpA(K) dari IDAI mengingatkan orang tua untuk tidak menambahkan perasa pada air putih. Dengan begitu, berarti tidak hanya memenuhi kebutuhan air si kecil saja tetapi ada pula komposisi lain yang bisa menambah asupan kalori anak.
"Padahal asupan kalori anak sudah terpenuhi, akibatnya kegemukan. Makanya perlu dilatih dari kecil supaya anak suka air putih," kata dr Sudung.
(rdn/vit)











































