Anak Laki-Laki Sah-sah Saja Kok Bermain Boneka, Asal...

Anak Laki-Laki Sah-sah Saja Kok Bermain Boneka, Asal...

- detikHealth
Minggu, 12 Okt 2014 09:18 WIB
Anak Laki-Laki Sah-sah Saja Kok Bermain Boneka, Asal...
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Urusan mainan, anak laki-laki biasanya identik dengan robot atau mobil. Sedangkan boneka dianggap lebih cocok dimainkan anak perempuan. Walaupun dalam keseharian tak jarang pula lho anak laki-laki yang ikut bermain boneka.

Menanggapi hal ini, psikolog Ajeng Raviando menungkapkan sah-sah saja anak lelaki bermain boneka. Apalagi, menurut Ajeng tidak semua boneka benar-benar merujuk pada perempuan. Sebut saja boneka binatang atau tokoh kartun.

"Kenapa takut kalau anak cowok juga main boneka. Asal orang tua tetap menanamkan pada anak, peran laki-laki itu seperti apa sesuai norma, begitu juga dengan peran perempuan itu bagaimana," kata Ajeng dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Minggu (12/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toh ketika anak laki-laki bermain boneka yang memang identik dengan perempuan, dikatakan Ajeng boleh-boleh saja tetapi asal tetap ada pendampingan dari orang tua. Jika si anak terlihat suka sekali boneka perempuan, orang tua perlu bertanya pada anak.

Pelan-pelan, tanyakan pada anak mengapa ia suka sekali bermain boneka perempuan. Saat ditanya seperti itu, nantinya anak akan mengutarakan perasaan atau pendapatnya terkait boneka perempuan. Orang tua pun secara tidak langsung bisa menggali pemahaman anak soal perbedaan gender.

"Kalau anak bilang aku suka main boneka ini soalnya cantik, gali lagi 'oh kamu sebagai cowok suka ya sama cewek yang cantik. Jangan malah fokus takut ada apa-apa karena si anak ini suka main boneka perempuan. Lewat boneka perempuan, orang tua kan bisa juga mengajarkan perbedaan peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat," papar Ajeng.

Senada dengan Ajeng, psikolog perkembangan anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan kesukaan anak laki-laki bermain boneka sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan terutama saat si kecil masih berusia 0-3 tahun. Sebab, dikatakan Vera di usia itu, yang dibutuhkan anak adalah stimulasi yang baik dari berbagai jenis mainan.

"Pastinya mainan yang digunakan harus tepat, terlepas dari pandangan gender yang menempel pada mainan tersebut. Enggak apa-apa anak bermain boneka tapi nanti perannya dibelokin lagi jadi peran laki-laki. Misalnya ' Kamu main boneka tapi jadi papanya ya bukan ibu,'" kata Vera.

(rdn/up)

Berita Terkait