Menurut drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc, dari PT Unilever Indonesia, anak memiliki potensi besar untuk menjadi 'agent of change'. Terutama untuk lingkungan terdekatnya dimulai dari orang tua, teman sebaya, hingga tetangga.
"Anak itu kalau menasihati orang tua punya kesan tidak menggurui. Orang tua nanti bisa berpikir lagi 'Kok anak saya bisa mengajari saya', bisa lebih terketuk. Diajarkan anak tidak seperti digurui," ungkap drg Mirah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan drg Mirah diamini oleh Direktur RS Khusus Gigi dan Mulut FKG UI, drg Fadli Jazaldi, Sp.Ort. Menurutnya sangat tepat memberikan pendidikan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak sedini mungkin.
"Psikologi anak seperti selembar kertas putih, kalau ditulis baik hasil tulisannya juga baik. Tell, show, and do. Sampaikan, tunjukkan, dan lakukan," pesan drg Fadli.
Padatnya aktivitas dan pekerjaan sebagai orang dewasa disebutkan drg Fadli juga menjadi salah satu alasan kesehatan gigi kerap terlupakan. "Oleh sebab itu, kalau kita sebelumnya sudah menyampaikan ke anak, maka anak bisa membantu mengingatkan kita nantinya," imbuhnya.
(ajg/vit)











































