Trik Memanfaatkan Tokoh Kartun untuk Menghadapi Anak yang Susah Diatur

Trik Memanfaatkan Tokoh Kartun untuk Menghadapi Anak yang Susah Diatur

- detikHealth
Sabtu, 01 Nov 2014 14:05 WIB
Trik Memanfaatkan Tokoh Kartun untuk Menghadapi Anak yang Susah Diatur
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tidak jarang orang tua merasa frustrasi saat anaknya susah diatur, khususnya untuk urusan makan. Padahal pada masa pertumbuhan, asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang sangat dibutuhkan.

Psikolog Anak, Ratih Zulhaqqi, M.Psi menjelaskan bahwa di usia 7-12 tahun anak memasuki masa middle childhood. Level kognitif mereka masih berada pada periode concrete operational di mana segala sesuatu yang terlihat konkret itu akan lebih mudah dipelajari dan mudah dicontoh.

"Saya melakukan penelitian tentang efektivitas karakter tokoh film terhadap anak-anak. Ternyata hasilnya karakter itu memang sangat baik untuk bisa menginternalisasi nilai-nilai positif," kata Ratih dalam acara 'Frisian Flag: Mau Jadi Apa Kamu Hari Ini?’ di Atrium Central Park, seperti ditulis Sabtu (1/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi setiap tokoh atau setiap karakter dalam film bisa juga dalam buku cerita itu memang punya nilai positif atau punya pesan yang ingin disampaikan," lanjut Ratih.

Mengingat anak-anak sangat menyukai kartun, tentu tidak sulit mencari tokoh kartun yang sekiranya punya karakter yang menarik untuk dicontoh. Harus dipilih juga tentunya, sebaiknya anak-anak mencontoh tokoh yang baik-baik saja.

"Misalnya tokoh Princess Elsa Frozen, ia pemberani nah berani ini adalah nilai positif yang ingin disampaikan kepada anak. Ini sangat efektif di usia 7-12 tahun. Anak tidak hanya akan melihat Elsa yang cantik dan Elsa yang rambutnya panjang tetapi juga Elsa yang berani," jelas Ratih.

Trik seperti ini menurut Ratih berguna antara lain saat anak susah minum susu. Berlaku juga untuk asupan nutrisi yang lain, misalnya ketika anak mulai suka pilih-pilih makanan. Jika dibiarkan, maka gizinya menjadi tidak seimbang.

"Jangan hanya menyuruh anak untuk minum susu, tetapi orangtua jelaskan juga minum susu ini gunanya apa. Atau mungkin orangtua bisa minum susu bareng-bareng sama anaknya. Family time itu penting," imbuh Ratih.


(up/up)

Berita Terkait