Jahitan Tak Tepat, BAB Bisa Merembes ke Vagina Usai Bersalin

Jahitan Tak Tepat, BAB Bisa Merembes ke Vagina Usai Bersalin

- detikHealth
Selasa, 04 Nov 2014 18:31 WIB
Jahitan Tak Tepat, BAB Bisa Merembes ke Vagina Usai Bersalin
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Hal yang paling sering terjadi ketika persalinan normal yakni terjadinya robekan jalan lahir, terutama di perineum (daerah vagina sampai anus). Jika robekan dijahit dengan tidak semestinya bisa jadi timbul komplikasi berupa merembesnya kotoran saat buang air besar (BAB).

Diutarakan dr Irfan Mulyana SpOG, robekan perineum spontan terjadi ketika kepala bayi lahir atau adanya guntingan untuk memperlebar jalan lahir (episiotomi). Umumnya pun, pelebaran jalan lahir tidak dilakukan menuju ke arah anus.

"Jadi kalau kotoran bisa merembes lewat vagina, bukan feses yang padat juga ya, umumnya yang cair, itu karena ada robekan sampai ke anus dan proses penjahitannya kurang tepat," kata dr Irfan ketika dihubungi detikHealth, Selasa (4/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada dasarnya, dijelaskan dr Irfan pelebaran jalan lahir terdiri dari empat tingkat. Tingkat I perobekan sampai vagina, tingkat II hingga otot perineum, tingkat III perobekan hingga cincin anus, dan tingkat IV sampai mukosa anus. Untuk tingkat I-III, bidan masih bisa melakukan proses penjahitan.

"Kalau tingkat 4 harus dokter SpOG yang melakukan jahitan karena ada kompetensinya sendiri. Robekan di sepanjang vagina sampai mukosa anus jahitannya nggak bagus, bisa muncul fistula rektovaginalis, salah satu akibatnya ya kotoran cair yang merembes," imbuh dokter yang praktik di RSUD Leuwiliang Bogor ini.

Memang, seringkali jika dijahit dengan tidak tepat, adanya sobekan yang tidak terjahit dengan sempurna tidak terlihat. Sebaliknya, kelainan itu baru terasa setelah ada rembesan saat BAB. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis kandungan agar diperbaiki lagi jahitan yang kurang sempurna.

"Efeknya pasti saat mengejan sakit. Ketika feses walaupun cair merembes ke vagina, kan banyak bakteri sehingga akan timbul rasa nyeri dan infeksi. Pastinya pasien juga tidak nyaman saat beraktivitas," tutup dr Irfan.

Diberitakan sebelumnya, Sofiyah (31) warga RT 5 RW 6, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah kini terus terbaring di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Sofiyah terbaring setelah dirinya hanya bisa buang air besar melalui alat kelaminnya. Kondisi itu dialaminya setelah melahirkan.

"Mau BAB kok sakit banget, saya kira jahitannya. Pas saya ngeden malah kotoran yang keluar dari sini, rasanya sakit seperti orang mau melahirkan," kata Sofiyah saat ditemui di ruang perawatan RS Ananda.

Perubahan jalur buang air besar yang dia alami terjadi setelah dirinya melahirkan anak ketiganya di RSUD Margono dengan dibantu oleh bidan yang sedang magang di rumah sakit tersebut. Untuk diketahui proses melahirkan dia jalani secara normal.

Terkait kasus itu, menurut Toto Jatmiko, Kabag Umum RSUD Margono pihaknya sudah menerima keluhan Sofiyah dan pihak RSUD Margono siap bertanggung jawab. "Kita siap tanggung jawab, tapi mengenai informasi medical itu bukan kewenangangan kami, karena rekam medik merupakan hak pasien," ujarnya.

(rdn/vit)

Berita Terkait