Hampir Meninggal Karena Komplikasi Persalinan Langka, Ibu Ini Hidup Lagi

Hampir Meninggal Karena Komplikasi Persalinan Langka, Ibu Ini Hidup Lagi

- detikHealth
Rabu, 12 Nov 2014 17:35 WIB
Hampir Meninggal Karena Komplikasi Persalinan Langka, Ibu Ini Hidup Lagi
Ruby Graupera-Cassimiro (Foto: NY Daily News)
Florida - Dokter sudah hampir memberikan pernyataan bahwa ibu malang ini telah menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah melahirkan putri keduanya. Tapi tak berapa lama kemudian, jantung wanita ini tiba-tiba berdetak kembali.

Kejadian ini berlangsung pada bulan Oktober lalu. Saat itu Ruby Graupera-Cassimiro baru saja melahirkan putri keduanya, Taily lewat operasi caesar. Namun ternyata proses persalinan ini tidak berjalan lancar dan terjadilah komplikasi.

Bahkan komplikasi yang dialami Ruby tergolong langka. Jadi cairan ketuban dari rahim wanita bertubuh besar ini masuk ke dalam aliran darahnya, dan mengakibatkan jantungnya berhenti berdenyut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruby pun pingsan. Selama tiga jam, tim medis berupaya mengembalikan detak jantung Ruby dengan segala cara, termasuk melakukan kompresi jantung. Karena tetap tak ada tanda-tanda kehidupan pada diri Ruby, tim dokter berasumsi telah gagal menyelamatkan nyawa ibu dua anak ini.

"Kami sudah bersiap untuk mengumumkan kematiannya secara resmi ketika tiba-tiba muncul suara blip dan monitor mengindikasikan adanya detak jantung," papar jubir Boca Raton Regional Hospital, Florida, Thomas Chakurda.

Yang tak kalah mengejutkan, wanita berumur 40 tahun itu tidak mengalami kerusakan otak meskipun sempat kehilangan denyut nadi selama 45 menit.

Menurut Thomas, kedua hal itu menjadikan Ruby salah satu pasien yang sangat beruntung karena keduanya merupakan sebuah keajaiban. Bahkan setelah tersadar dari pingsan panjangnya, Ruby bisa langsung menceritakan pengalamannya saat menjalani operasi caesar kepada keluarga besarnya.
 
"Saya tak tahu mengapa saya diberi kesempatan ini, yang jelas saya sangat bersyukur. Saya juga berterima kasih kepada tim medis yang membantu saya," tutur Ruby seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (12/11/2014).
 
Tim dokter mengaku tak tahu bagaimana bisa jantung Ruby berdetak kembali. "Mungkin inilah yang dinamakan kemurahan Tuhan," tutup Thomas.

(lil/vit)

Berita Terkait