Tiger mom dikenal sebagai sosok yang galak, keras, dan super tegas demi 'mencetak' anak yang hidupnya sarat dengan prestasi. Tapi ingat, tidak semua anak cocok dengan metode pengasuhan seperti ini. Jika tidak cocok, bukannya memiliki banyak prestasi, anak malah bisa tumbuh sebagai anak yang 'ekstrem'.
"Kalau tidak efektif bisa menghasilkan dua kutub ekstrem. Kalau tidak ekstrem kiri ya ekstrem kanan," kata psikolog klinis dari Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Ervina Diana, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (28/11/2014).
Anak yang tumbuh sebagai sosok ekstrem kiri, sambung Ervina, dicirikan dengan penakut, tidak punya inisiatif, pasif, dan kurang memiliki jiwa pemimpin. Sedangkan ekstrem kanan dicirikan dengan penentang dan agresif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecenderungannya pola hidupnya seperti rutin, tidak punya kreasu atau 'terobosan'," sambung Ervina.
Setiap anak, lanjutnya, punya tahap yang beda dan pendisiplinan yang beda tergantung perkembangannya. Yang tak kalah penting adalah sikap konsisten orang tua. Karena jika orang tua tidak konsisten dengan aturan yang diterapkan, artinya orang tua tidak bisa tegas.
"Misalnya anak dikasih uang jajan Rp 5.000 dan sudah komit ngasihnya segitu. Tapi suatu hari anak nangis lalu minta uang jajan lagi, dikasih sama orang tuanya. Besoknya lagi minta uang jajan lebih, tapi nggak dikasih. Anak lalu nangis sebagai upaya membuat orang tuanya 'tunduk'. Kalau konsisten, maka yang seperti ini tidak akan terjadi," ucap Ervina.
(vit/up)











































