Jika Tiger Mom Tidak Efektif, Ini Kemungkinan yang Bisa Dialami Anak

Tiger Mom dalam Pengasuhan Anak

Jika Tiger Mom Tidak Efektif, Ini Kemungkinan yang Bisa Dialami Anak

- detikHealth
Jumat, 28 Nov 2014 13:33 WIB
Jika Tiger Mom Tidak Efektif, Ini Kemungkinan yang Bisa Dialami Anak
Jakarta -

Tiger mom dikenal sebagai sosok yang galak, keras, dan super tegas demi 'mencetak' anak yang hidupnya sarat dengan prestasi. Tapi ingat, tidak semua anak cocok dengan metode pengasuhan seperti ini. Jika tidak cocok, bukannya memiliki banyak prestasi, anak malah bisa tumbuh sebagai anak yang 'ekstrem'.

"Kalau tidak efektif bisa menghasilkan dua kutub ekstrem. Kalau tidak ekstrem kiri ya ekstrem kanan," kata psikolog klinis dari Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Ervina Diana, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (28/11/2014).

Anak yang tumbuh sebagai sosok ekstrem kiri, sambung Ervina, dicirikan dengan penakut, tidak punya inisiatif, pasif, dan kurang memiliki jiwa pemimpin. Sedangkan ekstrem kanan dicirikan dengan penentang dan agresif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak yang dididik super keras, di mana tidak menoleransi kesalahan atau 'kekalahan' sehingga selalu dituntut sebagai pemenang, bisa saja saat dewasa akan menjadi orang yang terorganisir dan disiplin. Target dalam hidupnya pun selalu tinggi. Akan tetapi dikhawatirkan menjadi sosok yang tumbuh sesuai 'ordernya', terlalu berpikir secara sistematis, terlalu kaku, sehingga kurang inovasi.

"Kecenderungannya pola hidupnya seperti rutin, tidak punya kreasu atau 'terobosan'," sambung Ervina.

Setiap anak, lanjutnya, punya tahap yang beda dan pendisiplinan yang beda tergantung perkembangannya. Yang tak kalah penting adalah sikap konsisten orang tua. Karena jika orang tua tidak konsisten dengan aturan yang diterapkan, artinya orang tua tidak bisa tegas.

"Misalnya anak dikasih uang jajan Rp 5.000 dan sudah komit ngasihnya segitu. Tapi suatu hari anak nangis lalu minta uang jajan lagi, dikasih sama orang tuanya. Besoknya lagi minta uang jajan lebih, tapi nggak dikasih. Anak lalu nangis sebagai upaya membuat orang tuanya 'tunduk'. Kalau konsisten, maka yang seperti ini tidak akan terjadi," ucap Ervina.

(vit/up)

Berita Terkait