Senin, 08 Des 2014 09:05 WIB

Sudah Sejam Menyusu di Ibu tapi Bayi Tak Juga Kenyang? Mungkin Ini Sebabnya

- detikHealth
Jakarta - Coba perhatikan apakah bayi Anda gemar menyusu hingga berjam-jam dalam sekali waktu? Jika sudah sejam menyusu dan bayi tampak tidak kenyang, mungkin posisi menyusunya yang salah.

Menurut dr Daulika Yusna, SpA dari RSAB Harapan Kita, posisi menyusu yang benar adalah ketika bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting susu ibu. Sebagian besar daerah aerola seharusnya tertutup mulut bayi. Sedangkan posisi yang salah, yaitu ketika bayi hanya menyusu pada puting susu Ibu, sehingga daerah aerola tampak masih banyak yang terlihat.

"Makanya ada bayi yang lama sekali hingga 1 jam saat menyusu di payudara Ibu karena ia merasa belum kenyang. Normalnya, bayi akan merasa kenyang dan teridur setelah menyusu selama kurang lebih setengah jam. Hal ini dikarenakan salahnya posisi bayi ketika menyusu," ujar dr Daulika dalam seminar Mengenali Masalah Selama Hamil dan Perawatan Bayi Baru Lahir, RSAB Harapan Kita ditulis pada Senin (8/12/2014).

dr Daulika juga menyarankan agar ibu menyusui bayinya sesering mungkin tanpa ada jadwal. Jika bayi menangis di malam hari, jangan tergoda untuk kemudian memberikan susu formula. Sebab bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik bagi bayi.

"Padahal pemberian ASI ekslusif lebih baik daripada susu formula, saat bayi menyusu langsung pada ibu maka hormon oksitoksin akan merekah, hubungan kedekatan antara ibu dengan bayi juga akan lebih intim," kata dr Daulika.

Menurut dr Daulika, sering kali keinginan para ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya tidak berkelanjutan dan banyak yang putus di tengah jalan. Sehingga peranan suami untuk mendukung sang Ibu sangat diperlukan.

Ia memaparkan kunci sukses untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi yaitu Ibu harus percaya diri. Tanpa adanya rasa percaya diri, keinginan untuk menghentikan pemberian ASI ekslusif akan muncul kembali. Selain itu harus ada mindset atau pola pikir bahwa si ibu yakin pasti bisa dan akan berhasil memberikan ASI ekslusif.

"Sikap percaya diri dan mindset yang positif kalau si ibu itu bisa memberikan ASI ekslusif sangat dibutuhkan demi kebutuhan bayi. Suami harus men-support istrinya supaya ibu tidak khawatir apakah ASI-nya cukup atau tidak bagi bayi," papar dr Daulika.

(vit/vit)