Spesialis gigi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), drg Rina Permatasari, SpKG, mengatakan untuk mengajarkan anak menjaga kesehatan giginya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Orang tua harus mencontohkan menggosok gigi yang benar, pemilihan sikat yang tepat, dan pasta gigi yang sesuai.
"Mengajarkannya itu pakai cermin, jadi si orang tua dan anak menghadap ke cermin jadi anak bisa melihat tuh caranya menyikat yang benar. Sebaiknya sih memang kan sekarang rumah sudah ada westafelnya jadi anak bisa lihat," kata drg Rina saat ditemui pada peluncuran klinik spesialis gigi baru RSPI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masalah sikat gigi yang digunakan oleh anak, drg Rina menyarankan untuk menggunakan bulu sikat yang halus dan kepala sikat yang kecil. Struktur gigi dan rahang anak masih belum tumbuh sempurna sehingga harus lebih diperlakukan secara halus.
"Harus disesuaikan dengan mulut anaknya, cari sikat gigi khusus anak yang bisa menjangkau sampai belakang mulut. Jangan sampai anak jadi enek karena menggunakan sikat yang terlalu besar," tambah drg Rina.
Terakhir adalah terkait penggunaan pasta gigi. Biasanya karena alasan menghemat, anak diberikan pasta gigi yang sama dengan anggota keluarga lain yaitu pasta gigi dewasa. Padahal drg Rina mengatakan kandungan flouride pada pasta gigi dewasa tidak cocok jika digunakan anak.
"Kalau tertelan dan dalam dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek keracunan. Ke giginya juga nanti emailnya malah jadi tidak bagus, kaya berkarat korosif ya. Meski bikin bagus tapi kalau terlalu banyak merusak," papar drg Rina.
Jika memang anak terpaksa menggunakan pasta gigi dewasa, drg Rina menyarankan agar tidak perlu terlalu banyak cukup dengan ukuran seperti biji jagung.
(vit/vit)











































