Terbuai Kata-kata Manis Dokter, Bumil Bisa Malas Periksa Kehamilan Lanjutan

Peringatan Hari Ibu

Terbuai Kata-kata Manis Dokter, Bumil Bisa Malas Periksa Kehamilan Lanjutan

- detikHealth
Senin, 22 Des 2014 19:35 WIB
Terbuai Kata-kata Manis Dokter, Bumil Bisa Malas Periksa Kehamilan Lanjutan
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Di peringatan Hari Ibu, kesehatan ibu perlu lebih diperhatikan, khususnya ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 kali sebelum melahirkan. Namun, Kementerian Kesehatan mengatakan ada tren penurunan angka ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan ketika mendekati waktu melahirkan.

dr Anung Sugihantono, MKes, Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, kunjungan antenatal pertama (K1) oleh bumil mencapai 90 persen. Namun pada K4 atau menjelang kelahiran, hanya 60 persen bumil yang melakukan pemeriksaan.

"Antenatal K1 itu kira-kira di atas 90 persen. Nah, ini yang jadi PR kita memang ketika K4, hanya sekitar 60 persen," tutur dr Anung kepada wartawan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Kuningan, Senin (22/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penyebabnya menurut dr Anung adalah kata-kata manis yang diucapkan oleh dokter atau bidan. Seringkali, bidan atau dokter mengucapkan kata-kata manis untuk menenangkan ibu yang sedang hamil, terutama hamil anak pertama.

"Kata-kata 'Nggak apa-apa, hamilnya bagus, normal' itu punya dampak besar lho. Memang mungkin niatnya untuk menenangkan ya," tutur dr Anung.

Karena merasa kehamilannya normal, maka ibu hamil sering merasa tidak perlu lagi mengunjungi dokter. Apalagi jika ibu hamil mendapat informasi yang menyesatkan dari generasi terdahulu seperti nenek atau orang tua. Padahal banyak kondisi kehamilan yang berbahaya tidak terdeteksi pada kehamilan trimester awal.

Eklampsia misalnya. dr Anung mengatakan bahwa ekslamsia yang terjadi ketika ibu melahirkan tidak memiliki tanda-tanda khusus. Ekslampsia bisa dicegah jika pada pemeriksaan ditemukan gejalan darah tinggi.

Oleh karena itulah, pendampingan sangat perlu dilakukan untuk ibu hamil. Pendamping dapat mengingatkan atau mengantar ibu hamil untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter.

"Kalau nggak ke dokter atau bidan kan nggak tahu tekanan darahnya tinggi atau tidak. Makanya sangat perlu pendamping. Kalau ada pendamping kan bisa diingatkan untuk K2, K3 dan K4-nya," ungkapnya.

(mrs/vit)

Berita Terkait