"Penampakan penis bengkok, saluran kencing tidak di ujung penis tapi di bagian bawah," ucap pakar urologi anak dr Arry Rodjani SpU saat dihubungi detikHealth, Selasa (6/1/2015).
Selain itu, kulit kulup pun tidak menutup sampai ke bagian bawah penis. Ditambahkan dr Ayodia Soebadi SpU, sulit berkemih dapat dikeluhkan bila muara saluran kencing agak menyempit. Nyeri pada penis pun dapat dikeluhkan pada penderita dewasa yang belum dioperasi di mana penis yang bengkok dapat menimbulkan keluhan saat ereksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada sebab pasti tapi diduga karena ada gangguan hormonal pada saat bayi di kandungan sehingga saluran kencingnya tidak terbentuk dengan sempurna," papar dr Arry.
Lebih lanjut, dokter yang praktik di RS Asri Duren Tiga ini mengakui jika kejadian hipospadia meningkat. Diutarakan dr Arry, jika 10-20 tahun lalu kejadiannya 1:300.000 kelahiran bayi lelaki, saat ini kejadiannya mencapai 1:250.000 kelahiran bayi lelaki.
"Masih dugaan, pola hidup sekarang ini memengaruhi terjadinya hipospadia, tapi masih diduga lho ya. Karena saat ini kan banyak pemakaian obat yang mengandung aerosol atau kosmetik yang disinyalir berpengaruh pada perkembangan hormonal bayi," tutur dr Arry.
Untuk menangani hipospadia, diperlukan operasi agar penis anak nantinya bisa berfungsi dengan baik seperti teman-temannya yang lain. Dianjurkan, operasi dilaksanakan sebelum anak memasuki usia sekolah.
(rdn/up)











































