"Bisa dilakukan seperti prosedur khitan pada umumnya, asal dilakukan tenaga yang terlatih berpengalaman," ujar dokter spesialis urologi dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr M Ayodhia Soebadi, SpU, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (30/1/2015).
Baca juga: Sunat Atasi Gangguan Penis Fimosis Pada Anak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sunat, bisa juga diatasi dengan pemberian salep steroid selama beberapa minggu. "Salep adalah salah satu alternatif namun tentu dengan semua untung rugi dan risiko. Khitan tentu juga ada untung rugi dan risiko. Ini yang memerlukan konsultasi dengan tenaga kesehatan," ucap dr Yodhi.
Dihubungi terpisah, dr Arry Rodjani, SpU menjelaskan fimosis terbagi dua yaitu fisiologis dan patologis. Fimosis bisa terjadi karena bawaan lahir, sehingga tidak bisa dicegah kasusnya. Sementara anak yang kena fimosis patologis biasanya disebabkan dari kesulitan berkemih dan menjadi infeksi pada saluran kemihnya.
"Jadi harus segera ditangani dengan cara disunat," kata dr Arry.
Sunat akan menurunkan angka kejadian infeksi saluran kemih akibat fimosis secara signifikan. Sunat juga tidak memandang usia, sehingga anak usia berapapun yang mengidap fimosis bisa segera disunat untuk menghindari infeksi lebih lanjut, tentunya setelah berkonsultasi kepada dokter ahli.
Baca juga: Fimosis
Secara prinsip, saat disunat, anak hanya akan mendapat bius lokal. Namun, jenis bius ini tergantung usia anak. "Kalau usia anaknya masih ringkih, sebaiknya bius total. Karena anaknya pasti rewel dan nanti menyulitkan kami saat sunat. Tapi kalau anaknya berani, bius lokal juga sudah cukup," jelas dr Arry.
(vit/ajg)











































