Dikisahkan Ina, putranya yang berusia 19 bulan, Roki harus menjalani terapi stem cell untuk mengobati cerebral palsy yang diidapnya. Kemudian, ia menawarkan cincin yang diberikan oleh bibi David di situs jual beli Gumtree seharga Rp 114 juta.
Tak lama, ada wanita yang bersedia membeli cincin tersebut. Setelah berkunjung ke rumah Ina di Newport, wanita itu menunjukkan bukti transfer. Sempat bermain dengan Roki dan saudaranya, tak lama wanita itu pamit sekaligus membawa cincin tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dan David pun segera melaporkan kejadian itu ke polisi. Setelah melapor, tak beberapa lama ibu dua anak ini mendapat kabar bahwa si penipu yang diketahui bernama Tanya Mundovska (25) berhasil ditangkap. Selama ini, ia sudah menipu banyak orang dengan modus serupa. Sayangnya, cincin seharga Rp 114 juta itu tak bisa kembali ke tangan Ina.
Baca juga: Cerebral Palsy Tak Menghambat Gadis Ini Menjadi 'Ratu'
Ia curiga, sesaat setelah mendapat cincin tersebut, Tanya sudah menjualnya ke orang lain. Kekecewaan Ina bertambah karena bagi bibi David, yang memberi cincin tersebut, benda itu memiliki nilai bersejarah. Meski demikian, polisi berjanji menyelidiki ke mana cincin itu dijual oleh tersangka.
"Tapi ada hikmah di balik peristiwa ini. Masyarakat yang tahu musibah ini mengumpulkan donasi untuk Roki dan kini biaya yang sudah terkumpul hampir mencapai Rp 101 juta," lanjut Ina dikutip dari situs penggalangan dana rokiroad.com, Senin (9/2/2015).
Sejak lahir, Roki mengalami cerebral palsy akibat kerusakan otak karena trauma yang dialaminya saat lahir. Bocah ini pun butuh perawatan konstan dan menderita kejang otot yang menyakitkan setiap hari. Untuk mengatasi kondisi Roki, ia harus menjalani terapi stem cell di India, sebab di Australia pengobatan dengan stem cell belum tersedia.
Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter dan orang tua lain yang memiliki anak dengan cerebral palsy, Ina dan David memutuskan untuk membawa Roki ke India. Sampai saat ini, Roki sudah berobat dua kali ke India. Dokter mengatakan pengobatan akan optimal jika selesai sebelum Roki berusia dua tahun.
Baca juga: Studi Baru, Cerebral Palsy Diduga Gangguan Turunan
(rdn/vit)











































