Selasa, 17 Feb 2015 15:13 WIB

Orang Tua Boleh Saja Manjakan Anak, Tapi Sejauh Mana Batasnya?

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Getty Images) Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Semua orang tua pasti ingin memberikan kasih sayang dan perhatian bagi buah hatinya. Hanya saja, terkadang timbul kekhawatiran demi menujukkan kasih sayang dan rasa cintanya pada anak, orang tua justru dinilai terlalu memanjakan putra-putrinya.

Menanggapi hal ini, psikolog klinis Agustina yang juga pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara menuturkan banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menyenangkan dan membahagiakan anak-anak mereka. Nah, salah satunya adalah dengan memanjakan mereka.

"Memanjakan anak di sini dapat dilakukan dengan memberikan kelonggaran terhadap aturan yang diberikan. Sejauh jika orang tua merasa bahwa memang aturan ini masih dapat ditawar," tutur Agustina saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (17/2/2015).

Cara lain yang bisa dilakukan orang tua yakni memenuhi apa yang diinginkan anak sejauh keinginan itu memang pantas dipenuhi dan orang tua mampu untuk memenuhinya. Penting pula untuk mencurahkan kasih sayang dengan cara menyediakan waktu untuk menemani anak melakukan aktivitasnya.

Baca juga: Ini Efek Negatifnya Kebiasaan Memukul Pantat Anak Sejak Kecil

Pada beberapa anak, ada yang justru baru menurut pada orang tuanya jika dipukul atau dibentak. Terakit hal ini, Agustina mengatakan anak belajar sesuatu melalui proses imitasi. Sebagai orang tua, Agustina menyarankan ayah dan ibu hendaknya konsisten dan jelas dalam memenuhi keinginan anak.

"Jika aturan yang diberikan memang harus dituruti anak, maka sebaiknya tetap konsisten tidak menuruti kemauan anak, walaupun anak memberontak.

Memukul atau membentak, tidak akan memberikan pelajaran pada anak untuk jangka panjang, melainkan hanya untuk jangka pendek saja," terang Agustina.

Pasalnya, di lain waktu anak akan berperilaku sama jika menemui keadaan yang serupa. Ketika anak dinasihati tapi tetap tidak mau menurut, Agustina menyarankan orang tua baiknya tetap konsisten dalam menerapkan peraturan.

"Jika anak tidak mau menuruti aturan atau kehendak dari orang tua, dapat disebabkan karena anak merasakan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, ada baiknya ketika menerapkan aturan kepada anak, orang tua berkompromi terlebih dulu dengan anak agar anak tidak bandel atau membantah," tutup Agustina.

Baca juga: Atasi Anak Bandel, Ayah Ini Cukur Rambut Anaknya dengan Model 'Jadul'

(rdn/up)