Dijelaskan DR dr Nur Rasyid SpU(K), perdarahan bisa saja terjadi pasca khitan karena pada waktu dikhitan, kemungkinan area tersebut tidak dikenali dengan baik oleh dokter. Atau, orang yang bersangkutan mempunyai kelainan sistem pembekuan darah.
"Contohnya pada orang thalasemia, biasanya daerah yang mengalami perdarahan harus ditekan lebih lama daripada yang mempunyai sistem pembekuan darah yang normal," kata dr Rasyid saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (24/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika hal tersebut terjadi, dr Rasyid menyarankan lebih baik kembali lagi ke dokter untuk melihat penyebab perdarahan yang terjadi. Lalu, bagaimana jika darah yang keluar sampai mengucur?
"Itu nggak normal, dan sebaiknya balik lagi saja ke tempat sunat atau ke dokter untuk melihat penyebabnya," kata dr Rasyid.
Sementara itu, dikatakan Dr AJ Cummings, asisten profesor bedah klinis di University of Illinois, selama beberapa hari pasca dikhitan, bisa saja terjadi perdarahan tapi tidak dengan jumlah banyak, dan cenderung seperti beberapa tetes saja.
"Namun, jika sampai tiga hari perdarahan masih berlanjut, segera kembali ke dokter agar segera ditangani. Oleh karena itu, orang tua harus tetap waspada jika sehabis sunat anak mengalami perdarahan, terutama jika banyak, sering, dan sudah berhari-hari setelah dikhitan," tegas Dr Cummings.
Baca juga: Dikhitan Sambil Bermain iPad, Kenapa Tidak?
(Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)











































