Menurut dr Nur Rasyid, SpU(K), rasa nyeri merupakan sensansi subjektif. Rasa ini biasanya tergantung kepada si anak. Umumnya, untuk mengatasi rasa nyeri, dokter akan memberi obat antinyeri.
"Kalau obat habis dan masih nyeri, kembali lagi saja," saran dr Nur Rasyid, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (24/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Ponco Birowo, SpU juga menyarankan hal yang sama. Jika sepekan setelah disunat, anak masih mengeluhkan nyeri, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Dikhawatirkan ada infeksi yang terjadi.
Sementara dr Arry Rodjani, SpU mengatakan umumnya anak-anak mengira penisnya masih terasa ngilu atau nyeri pada beberapa hari setelah disunat. Padahal bisa jadi karena glans penis yang tadinya tertutup jadi terbuka, maka daerah tersebut jadi lebih sensitif.
Usai sunat, anak-anak biasanya mengenakan celana khusus sunat, yakni celana dengan tempurung di bagian penisnya untuk menghindari gesekan pada luka penis yang baru disunat. Sebenarnya, bisa saja celana sunat ini tidak digunakan. Namun beberapa anak takut jika memakai celana biasanya. Namun umumnya penggunaan celana sunat ini hanya sekitar tiga sampai tujuh hari.
Baca juga: Sunat Bikin Ukuran Kelamin Pria Makin Besar?
dr Ponco tidak menyarankan penggunaan celana khusus sunat secara terus-menerus. Dikhawatirkan risikonya adalah munculnya jamur di area genital si kecil.
Lalu bagaimana agar si kecil mau menanggalkan celana khusus sunatnya? "Triknya itu tergantung dari penjelasan dari keluarga. Jangan ditakut-takutin," kata dr Nur Rasyid.
(Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)











































